Puing yang Timpa Rumah Dibersihkan, Sisa Gedung Hogwan Bumiayu Masih Bikin Khawatir

Jumat, 4 September 2026 | 19.07
puskapik

Warga Dukuhturi membersihkan puing Gedung Hogwan yang menimpa tiga rumah. Sisa bangunan masih dikhawatirkan membahayakan warga dan diminta segera dibongkar.

BREBES, puskapik.com – Warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, bergotong royong membersihkan puing reruntuhan Gedung Hogwan, Jumat, 4 September 2026.

Kerja bakti tersebut difokuskan pada tiga rumah warga yang terdampak runtuhnya bagian Gedung Hogwan pada Minggu (30/8/2026). Puing yang berada di sekitar dan di dalam rumah dibersihkan agar warga dapat menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan, termasuk sejumlah dokumen.

Warga dari berbagai wilayah RW di Desa Dukuhturi turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Pembersihan puing juga dibantu satu unit truk dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah.

Baca Juga: Miliki Karakter Unik, Tembakau Tegal Dilirik PT Djarum untuk Blend Khusus

Ketua RW setempat, Edi Purwanto, mengatakan, kerja bakti kali ini memang difokuskan untuk membersihkan puing yang menimpa tiga rumah warga.

"Tiga rumah itu kondisinya rusak parah dan sudah tidak bisa ditempati. Untuk sementara warga mengungsi atau tinggal di rumah saudara," kata Edi.

Meski puing yang berada di rumah warga sudah dibersihkan, masih terdapat material reruntuhan yang berada di Jalan Lapangan Asri. Menurut Edi, material tersebut tidak bisa seluruhnya dibersihkan secara manual sehingga membutuhkan bantuan alat berat.

Di sisi lain, warga masih mengkhawatirkan sisa Gedung Hogwan yang hingga kini masih berdiri. Warga berharap bangunan lama tersebut segera dibongkar karena dikhawatirkan dapat membahayakan warga di sekitar lokasi.

Baca Juga: Pemimpin Cabang Bri BO Tegal Sambut dan Layani Nasabah Secara Langsung

"Kalau warga inginnya sisa Gedung Hogwan yang masih berdiri ini dibongkar semuanya. Kalau dibiarkan bisa membahayakan," kata Edi.

Edi mengatakan, warga juga telah menyampaikan permohonan pembongkaran kepada Pemerintah Desa Dukuhturi. Surat tersebut ditandatangani seluruh ketua RT dan perwakilan warga.

"Kami sudah mengirim surat yang ditandatangani seluruh ketua RT dan perwakilan warga ke Pemdes Dukuhturi. Isinya meminta agar bangunan Gedung Hogwan yang tersisa segera dibongkar karena kondisinya bisa membahayakan warga," ujarnya.**

Artikel Terkait