Pembongkaran Gedung Hogwan Rampung, Jalan Lapangan Asri Bumiayu Kembali Bisa Dilewati

Pembongkaran Gedung Hogwan di Jalan Lapangan Asri Bumiayu rampung lebih cepat, sehingga akses jalan kembali bisa dilewati kendaraan dan warga.
BREBES, puskapik.com – Pembongkaran Gedung Hogwan di Jalan Lapangan Asri, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, akhirnya rampung, Sabtu sore, 12 September 2026.
Puing-puing bangunan yang sebelumnya menutup akses jalan juga telah disingkirkan. Jalan Lapangan Asri kini sudah kembali bisa dilewati kendaraan maupun warga.
Pembongkaran sisa bangunan Gedung Hogwan dilakukan menggunakan alat berat. Pekerjaan tersebut bahkan rampung lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Baca Juga: Keramahan Warga Jawa Tengah Pukau Kafilah MTQ Nasional 2026 dari Berbagai Daerah
Sebelumnya, Kepala UPTD PU Wilayah Bumiayu, Sri Hartanti, mengatakan proses pembersihan dan pembongkaran diperkirakan membutuhkan waktu hingga tiga hari. Namun, pekerjaan yang dimulai Jumat pagi itu dapat diselesaikan pada Sabtu (12/9/2026) sore.
Salah seorang warga, Tasirin, mengatakan pembongkaran dan pembersihan puing selesai sekitar pukul 15.00 WIB.
“Jalan Lapangan Asri sudah bisa dilewati,” katanya.
Baca Juga: Berebut Gunungan di Festival Bawang Merah Brebes, Banyak Pengunjug Kecopetan
Pembongkaran Gedung Hogwan dilakukan setelah bagian depan bangunan tua tersebut runtuh pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Reruntuhan bangunan saat itu menutup jalan dan menimpa tiga rumah warga. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.
Setelah kejadian, masih terdapat bagian gedung yang berdiri dan dinilai rawan roboh. Pembongkaran dilakukan untuk mengurangi risiko bagi warga serta pengguna jalan di sekitar lokasi. Selama proses pembongkaran, puluhan warga silih berganti menyaksikan dari sekitar lokasi.
Gedung Hogwan dikenal warga sebagai bangunan tua bekas pabrik tapioka. Keberadaannya menjadi salah satu jejak aktivitas industri masa lalu di Bumiayu.
Banyak warga menyebut pabrik tapioka Hogwan sudah berdiri sejak 1901. Pada masa itu, aktivitas pabrik disebut menjadi magnet bagi orang dari berbagai daerah yang datang ke Bumiayu untuk bekerja.**