Sisa Gedung Hogwan Bumiayu Akhirnya Dibongkar

Jumat, 11 September 2026 | 11.14
Alat berat yang dioperasikan petugas membongkar sisa bangunan tua Hogwan Bumiayu yang menghadap jalan dan permukiman.
Alat berat yang dioperasikan petugas membongkar sisa bangunan tua Hogwan Bumiayu yang menghadap jalan dan permukiman.

Sisa Gedung Hogwan Bumiayu yang runtuh dan menewaskan tiga orang dibongkar menggunakan alat berat karena masih membahayakan warga dan pengguna jalan.

BREBES, puskapik.com- Sisa Gedung Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang sebelumnya runtuh hingga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, akhirnya dibongkar, Jumat, 11 September 2026.

Pembongkaran dilakukan menggunakan alat berat. Bagian yang dibongkar adalah sisa bangunan yang masih berdiri dan menghadap ke jalan serta permukiman warga. Puluhan warga menyaksikan proses pembongkaran itu.

Kepala UPTD PU Wilayah Bumiayu, Sri Hartanti, mengatakan pembongkaran dilakukan untuk mengamankan lokasi. Sebab, masih terdapat bagian bangunan yang kondisinya berpotensi membahayakan warga.

Baca Juga: Pembukaan MTQ Nasional XXXI Dihelat 12 September 2026, Pemprov Jateng Siapkan Sejumlah Videotron untuk Nobar

“Pembongkaran ini dilakukan untuk mengamankan lokasi. Masih ada bagian bangunan yang membahayakan, terutama karena posisinya berdekatan dengan jalan dan permukiman warga,” kata Tanti.

Gedung Hogwan sendiri merupakan bangunan tua yang dikenal warga sebagai bagian dari bekas pabrik tapioka. Keberadaannya menjadi salah satu jejak aktivitas industri masa lalu di wilayah Bumiayu.

Seperti diketahui, bagian depan Gedung Hogwan ambruk pada 30 Agustus 2026 sekitar pukul 05.30 WIB. Material bangunan yang roboh menimpa rumah warga di sekitar lokasi. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Baca Juga: Kafilah MTQ Nasional Mulai Berdatangan, 13 Venue Perlombaan Sudah Siap

Salah seorang warga yang menyaksikan pembongkaran, Supriyanto, mengaku ada rasa kehilangan karena Gedung Hogwan merupakan salah satu jejak sejarah yang mewarnai perjalanan Bumiayu.

Meski demikian, ia menyambut baik pembongkaran tersebut. Menurutnya, kondisi gedung yang minim perawatan sudah berpotensi membahayakan warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas, terlebih setelah sebelumnya menimbulkan korban jiwa.

“Memang ada rasa kehilangan karena ini bagian dari sejarah Bumiayu. Tapi kalau kondisinya sudah membahayakan, saya kira pembongkaran ini memang harus dilakukan,” katanya.