Kafilah MTQ Nasional Mulai Berdatangan, 13 Venue Perlombaan Sudah Siap

Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi telah tiba di Jateng untuk MTQ Nasional XXXI. Sebanyak 13 venue perlombaan juga telah disiapkan.
SEMARANG, puskapik.com – Kafilah dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Kota Semarang, Jawa Tengah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI.
Hingga Kamis, 10 September 2026 pukul 17.00 WIB, sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi telah tiba.
Sebanyak 13 venue juga telah disiapkan untuk pelaksanaan perlombaan dan kegiatan pendukung.
Baca Juga: KPK Periksa 6 Kepala Sekolah di Pemalang, Usut Dugaan Korupsi Bupati Anom
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah menerima sebanyak 847 peserta dan ofisial yang masuk ke Jawa Tengah,”kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan hal itu saat menyambut Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Kamis (10/9) malam.
Kafilah Papua Barat Daya telah tiba lebih dahulu, sedangkan gubernur, ketua DPR, dan sekretaris daerah provinsi tersebut dijadwalkan menyusul pada Jumat (11/9).
Baca Juga: Kelola 3.754 Aset Senilai Rp 37,7 Miliar, BKD Jateng Digitalisasi Lewat Sipanda BMD
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memastikan kesiapan penginapan bagi para kafilah dan kepala daerah yang hadir. Kesiapan lainnya meliputi konsumsi, transportasi, keamanan, posko kesehatan, ambulans, tenaga kesehatan, hingga rumah sakit rujukan.
Sebanyak 13 lokasi disiapkan untuk pelaksanaan musabaqah dan kegiatan pendukung. Lokasi tersebut antara lain kawasan Simpang Lima, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan kawasan PRPP. Pemprov juga menyiapkan 15 unit bus untuk mendukung mobilitas kafilah, dewan hakim, panitia, dan tamu.
Setiap provinsi mendapatkan pendampingan khusus dari satu perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jawa Tengah. Kafilah Papua Barat Daya, misalnya, didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Setiap dinas mendampingi satu provinsi untuk menjamu dan memberikan informasi mengenai kebutuhan selama MTQ. Kami juga menawarkan kepada kafilah yang ingin berwisata karena sudah ada bus yang disiapkan,” jelas Taj Yasin.
Suasana penyambutan berlangsung hangat. Setelah tiba, Taj Yasin dan Ahmad duduk berdampingan di ruang VIP Stasiun Tawang. Percakapan keduanya berlangsung cair, menggunakan beberapa bahasa secara bergantian, mulai dari bahasa Indonesia, Jawa, hingga Arab. Obrolan tersebut sesekali diselingi senyum dan tawa.
Kedekatan semakin terbangun ketika Ahmad menceritakan bahwa dirinya pernah menempuh pendidikan di Al-Azhar, Mesir. Ia juga memiliki ikatan personal dengan Jawa Tengah karena istrinya, Ida Priyanti Nausrau, berasal dari Kabupaten Cilacap.
Dalam bahasa Jawa, Ahmad menyebut kedatangannya kali ini tidak hanya untuk mendampingi kafilah Papua Barat Daya dalam MTQ Nasional, tetapi juga seperti pulang kampung.
“Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki boten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih,” ujarnya, yang disambut senyum Taj Yasin.