BPBD Brebes Masih Salurkan Air Bersih ke 23 Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15.34 WIB
Warga Igirbatu Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, menunggu penyaluran bantuan air bersih.
Warga Igirbatu Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, menunggu penyaluran bantuan air bersih.

BPBD Brebes terus menyalurkan bantuan air bersih ke 23 desa di empat kecamatan Brebes Selatan guna membantu warga yang terdampak kekeringan panjang.

BREBES, puskapik.com – Bantuan air bersih masih disalurkan BPBD Kabupaten Brebes ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan hingga Oktober 2026.

Di wilayah Brebes Selatan, penyaluran dilakukan ke 23 desa yang tersebar di empat kecamatan.

Berdasarkan data penyaluran, Kecamatan Bantarkawung menjadi wilayah dengan desa penerima bantuan terbanyak, yakni 12 desa.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolres Tegal Silaturahmi ke Bupati Ischak Maulana

Disusul Kecamatan Paguyangan dengan empat desa, Bumiayu tiga desa, dan Tonjong empat desa.

Di Kecamatan Bumiayu, bantuan disalurkan ke Desa Pruwatan, Kalinusu, dan Jatisawit.

Di Kecamatan Paguyangan, meliputi Desa Kedungoleng, Taraban, Winduaji, dan Paguyangan.

Baca Juga: Motor Terjun ke Sawah di Patebon Kendal, Ibu Muda Meninggal, Dua Anaknya Luka-luka

Sementara itu, di Kecamatan Bantarkawung terdapat 12 desa penerima bantuan, yakni Bantarkawung, Pangebatan, Jipang, Bangbayang, Ciomas, Tambakserang, Karangpari, Cinanas, Cibentang, Banjarsari, Kebandungan, dan Pengarasan.

Adapun di Kecamatan Tonjong, bantuan disalurkan ke Desa Kutamendala, Karangjongkeng, Linggapura, dan Purwodadi.

Kemarau berkepanjangan membuat sebagian warga di wilayah tersebut kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Kondisi ini antara lain dirasakan warga Dukuh Igirbatu, Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan.

Ratusan warga di dukuh tersebut sudah sekitar enam bulan mengandalkan bantuan air bersih. Sumur warga dan pemandian umum yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air mulai menyusut.

Air yang tersisa bahkan berwarna kekuningan sehingga tidak layak dikonsumsi. Sementara itu, pasokan PDAM belum mencukupi kebutuhan seluruh warga.

Air PDAM hanya mengalir pada malam hari dan terbatas bagi rumah yang dekat dengan jaringan pipa.

”PDAM ngalir saat malam saja. Itu pun hanya rumah yang dekat jaringan yang dapat air,” kata Lastri.

Kepala Posko Bumiayu BPBD Kabupaten Brebes Budi Sujatmiko mengatakan, penyaluran bantuan air bersih masih dilakukan ke wilayah yang membutuhkan.

Banyaknya permintaan dari desa-desa terdampak membuat petugas menghadapi keterbatasan armada dan tenaga.”Kami cukup kewalahan karena banyak desa yang meminta dropping air, sedangkan armada dan tenaga terbatas,” kata Budi.

Budi juga mengapresiasi instansi pemerintah, kepolisian, TNI, Kejari, Aslinmas, PMI serta organisasi kepemudaan yang ikut membantu menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan.

Artikel Terkait