Budayawan Brebes Resmi Diangkat sebagai Pujangga Keraton Surakarta

Kamis, 22 Januari 2026 | 09.51
K.R.H.A Dr. Dimas Indianto Sastronagoro (Dok)
K.R.H.A Dr. Dimas Indianto Sastronagoro (Dok)

Budayawan Brebes K.R.H.A. Dr. Dimas Indianto Sastronagoro resmi diangkat sebagai Pujangga Keraton Surakarta Hadiningrat.

BREBES, puskapik.com - Budayawan asal Kabupaten Brebes, K.R.H.A. Dr. Dimas Indianto Sastronagoro, resmi dilantik sebagai Pengageng Kapujanggan atau Pujangga Keraton dalam struktur Bebadan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Minggu, 18 Januari 2026.

Dimas yang juga merupakan dosen Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto dilantik bersamaan dengan penyerahan Surat Keputusan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026 oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Surat keputusan tersebut mengatur pelaksanaan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kawasan cagar budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Lahir di Paguyangan, Kabupaten Brebes, Dimas dikenal sebagai akademisi dan budayawan yang lama menekuni kajian sastra serta kebudayaan Nusantara. Ia aktif meneliti dan menulis tentang budaya Brebes sebagai upaya pendokumentasian dan penguatan identitas budaya lokal.

Baca Juga: Weton Hari Ini 22 Januari 2026, Kamis Wage Suka Tantangan, Sabar dan Tekun

Selain kegiatan akademik, Dimas juga aktif dalam kerja-kerja kebudayaan di tingkat masyarakat.

Melalui Bumiayu Culture and Creative Forum (BCCF), ia secara konsisten menyelenggarakan Festival Budaya Bumiayu setiap tahun.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik sekaligus ajang pelestarian tradisi, seni, dan nilai-nilai budaya lokal.

Ia juga aktif meneliti naskah-naskah Nusantara, khususnya manuskrip klasik Jawa, yang selama ini menjadi sumber penting pengetahuan dan tradisi intelektual Jawa. Pengalaman tersebut turut menjadi pertimbangan dalam penetapannya sebagai Pujangga Keraton.

Komitmen Dr. Dimas terhadap dunia akademik terlihat jelas saat ia menuntaskan studi doktoralnya dengan disertasi berjudul “Pendidikan Islam Nusantara: Kajian Filosofis dalam Serat Centhini karya Pakubuwono V”.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait