Bupati Brebes Minta Ibu Hamil Risiko Tinggi Dikawal hingga Persalinan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 11.27
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyerahkan bantuan sosial pada acara pemeriksaan kesehatan gratis ibu hamil di RSUD Bumiayu.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyerahkan bantuan sosial pada acara pemeriksaan kesehatan gratis ibu hamil di RSUD Bumiayu.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meminta ibu hamil berisiko tinggi dipantau ketat hingga persalinan untuk mencegah komplikasi dan menekan angka kematian ibu

BREBES, puskapik.com – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meminta ibu hamil yang masuk kategori risiko tinggi mendapat pemantauan lebih ketat hingga proses persalinan.

Pemantauan tersebut dinilai penting untuk mencegah keterlambatan penanganan apabila terjadi komplikasi saat kehamilan maupun persalinan.

“Jika ada ibu yang memiliki risiko tinggi, segera dipantau dan segera dirujuk kepada rumah sakit yang memiliki fasilitas medis memadai,” ujar Paramitha saat menghadiri pemeriksaan kesehatan gratis dan bantuan sosial bagi ibu hamil di RSUD Bumiayu, Kamis, 13 Agustus 2026.

Paramitha juga meminta puskesmas dan pemerintah desa aktif memantau kondisi ibu hamil di wilayah masing-masing. Menurutnya, ibu hamil dengan risiko tinggi harus mendapat perhatian khusus, termasuk dalam proses rujukan ke rumah sakit.

Baca Juga: Pemkab Tegal Resmikan Rumah Terapi Trengginas untuk Anak Disabilitas

“Kita harus benar-benar memperhatikan ibu hamil, terutama yang berisiko tinggi. Kawal dan awasi proses rujukannya, termasuk memastikan akan dibawa ke rumah sakit mana,” katanya.

Ia juga mengingatkan ibu hamil agar tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan kehamilan. Pemeriksaan rutin diperlukan untuk mendeteksi risiko kesehatan sejak dini.

“Walaupun tidak ada keluhan harus rajin periksa, diminum vitamin-vitaminnya, jaga makanan, jangan sampai saat persalinan kekurangan darah atau tekanan darah tinggi,” ujarnya.

Menurut Paramitha, upaya pemantauan ibu hamil menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah menekan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Brebes.

Baca Juga: Seru, Lomba Karaoke di Lingkungan Setda Kabupaten Tegal, ASN Menyanyi Lagu Anak dan Pakai Seragam Sekolah

Sepanjang 2025 tercatat 34 kasus kematian ibu dan anak. Sementara hingga pertengahan Agustus 2026, tercatat 18 kasus. Pemerintah daerah berharap angka tersebut terus ditekan hingga akhir tahun.

Selain pemantauan kesehatan, Paramitha meminta puskesmas membantu ibu hamil yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan agar segera mengurus kepesertaan. Hal itu untuk memastikan akses layanan kesehatan tidak terkendala persoalan biaya.

Pemeriksaan kesehatan gratis di RSUD Bumiayu diikuti 200 ibu hamil. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Plt Direktur RSUD Bumiayu dr. Hero Irawan menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa, kepala puskesmas, jajaran manajemen rumah sakit, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr. Heru Padmonobo, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Brebes, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bumiayu.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait