Cerita Warga Pagojengan Brebes Panik Saksikan Atap Rumah Tersapu Angin Kencang

Rabu, 4 Maret 2026 | 22.07
atap rumah rusak
Kondisi atap rumah warga Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, usai dilanda hujan dan angin kencang.

Puluhan rumah warga di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, dilaporkan mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang

BREBES, puskapik.com – Dampak hujan deras disertai angin kencang di wilayah selatan Kabupaten Brebes, Rabu sore, 4 Maret 2026, meluas.

Puluhan rumah warga di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, dilaporkan mengalami kerusakan.

Sebelumnya, insiden kanopi kantor desa terbawa angin dan pohon roboh hingga menimpa jaringan listrik dilaporkan terjadi di Kecamatan Sirampog dan Bantarkawung.

Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Kendal, Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan, Sejumlah Rumah Rusak

Angin kencang yang datang tiba-tiba bersamaan dengan hujan lebat menerjang sejumlah wilayah di Desa Pagojengan, yakni Dukuh Pekulen, Dukuh Krajan RT 04/05, dan Dukuh Glempang.

Terjangan angin membuat suasana mendadak panik.

Atap sejumlah rumah beterbangan, genteng berjatuhan, dan beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan cukup serius, terutama pada bagian atap dan dapur belakang.

Di beberapa titik, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi. Satu unit rumah di Dukuh Glempang roboh setelah tertimpa pohon tumbang.

Salah satu warga terdampak, Daryo (RT 01/RW 06) Dukuh Pekulen, mengaku terkejut saat mendengar suara keras dari atas rumahnya.

Baca Juga: Daop 4 Semarang Pastikan Lokomotif di Depo Tegal Laik Operasi untuk Angkutan Lebaran

“Saya sedang duduk di dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara genteng jatuh. Hujannya besar sekali, baru pertama kali terjadi seperti ini,” ujarnya.

Kades Pagojengan, Suid, membenarkan adanya laporan kerusakan puluhan rumah akibat hujan dan angin kencang di sejumlah dukuh. Ia mengaku telah meninjau langsung rumah warga terdampak serta lokasi pohon tumbang.

“Kerusakan rumah tersebar di beberapa dukuh, mayoritas (kerusakan) bagian atap. Ada juga rumah yang roboh tertimpa pohon. Kami akan segera melaporkan ke pihak terkait agar ada bantuan penanganan,” tegasnya.

Suid memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa angin kencang tersebut. Namun, pihak desa masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah rumah terdampak dan tingkat kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut.***

Artikel Terkait