DPRD Brebes Ingatkan Generasi Muda Jangan Hanya Jadi Penonton di Era Digital

DPRD Brebes ingatkan generasi muda agar tak jadi penonton di era digital. Literasi, adaptasi, dan karakter kuat jadi kunci hadapi globalisasi.
BREBES, puskapik.com — Di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi digital, generasi muda kini dihadapkan pada dua pilihan, yakni menjadi penonton atau tampil sebagai agen perubahan.
Hal itu mengemuka dalam dialog interaktif Moci Bareng Karo Uwane bertema Peran Generasi Muda dalam Menghadapi Globalisasi dan Modernisasi yang disiarkan Radio TOP FM Bumiayu, Senin sore, 4 Mei 2026.
Dipandu host Elisabeth, dialog tersebut menghadirkan Sekretaris Komisi I DPRD Brebes Heri Fitriansyah bersama dua anggota Pamor Wicaksono dan Nur Bintang. Suasana diskusi berlangsung hangat.
Baca Juga: Muscab PPP Brebes: Ajie Fajar Raih 9 Suara, 17 PAC Inginkan Perubahan
Heri Fitriansyah menegaskan bahwa globalisasi dan modernisasi bukan sesuatu yang perlu dihindari, melainkan harus dihadapi dengan kesiapan dan kemampuan beradaptasi.
“Kalau tidak siap, kita hanya akan jadi penonton. Tapi kalau mampu beradaptasi, justru bisa jadi pelaku perubahan,” ujarnya.
Menurut Heri, kemajuan teknologi membuka peluang luas bagi generasi muda, mulai dari kemudahan akses informasi hingga peluang ekonomi berbasis digital.
Namun di sisi lain, tantangannya juga tidak kecil, seperti maraknya hoaks, derasnya pengaruh budaya luar, hingga kecenderungan gaya hidup instan.
Senada, Pamor Wicaksono mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan identitas budaya. Ia menilai generasi muda tidak boleh kehilangan arah di tengah perubahan yang cepat.


