Empat Bendung di Brebes Selatan Rusak, Irigasi Ratusan Hektare Sawah Terancam

Senin, 8 Juni 2026 | 21.05 WIB
Bendungan rusak di wilayah Brebes Selatan
Petani di Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, mengandalkan bendung darurat menyusul kerusakan bendung Kedungjembat.(FOTO DOK)

empat bendung dalam kondisi rusak di Brebes selatan mengakibatkan pasokan air irigasi ke ratusan hektare lahan pertanian terganggu dibutuhkan perbaikan

BREBES, puskapik.com – Kerusakan bendung masih menjadi persoalan serius bagi sektor pertanian di Brebes selatan.

Sedikitnya empat bendung dalam kondisi rusak, mengakibatkan pasokan air irigasi ke ratusan hektare lahan pertanian terganggu.

Empat bendung tersebut yakni Bendung Notog di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Bendung Kedungdinding dan Bendung Kedungjembat di Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, serta Bendung Kembang di Desa Benda, Kecamatan Sirampog.

Baca Juga: GRIB Jaya Desak Bupati Pemalang Segera Isi Jabatan Strategis yang Kosong, Ini Jawabannya

Bendung Notog yang mengairi sekitar 243 hektare sawah dilaporkan rusak sejak 2017.

Pada tahun yang sama, Bendung Kedungdinding yang melayani sekitar 80 hektare lahan pertanian juga mengalami kerusakan.

Sementara itu, Bendung Kedungjembat yang mengairi sekitar 100 hektare sawah rusak sejak 2022.

Adapun Bendung Kembang yang menjadi sumber irigasi bagi sekitar 570 hektare lahan pertanian mengalami kerusakan akibat banjir pada akhir 2025.

Jika ditotal, luas lahan pertanian yang bergantung pada empat bendung tersebut mencapai sekitar 993 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt) UPT Pengairan Pemali Hulu, Joko Pranoto, membenarkan kondisi tersebut.

Baca Juga: Gojukai Batang Sabet 51 Medali di Kejurda Karate Se-Jateng

Menurut dia, kerusakan pada empat bendung dipicu oleh derasnya arus banjir yang menerjang bangunan.

"Empat bendung itu memang rusak parah. Kami sudah mengusulkan perbaikan," kata Joko saat dikonfirmasi, Senin, 8 Juni 2026.

Anggota DPRD Brebes, Sudono, mengatakan, kerusakan bendung di sejumlah wilayah Brebes selatan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama.

Menurutnya, keberadaan bendung sangat penting untuk menjaga ketersediaan air bagi petani.

Namun di sisi lain, kemampuan anggaran daerah masih terbatas sehingga perbaikan seluruh infrastruktur yang rusak tidak dapat dilakukan sekaligus.

"Memang ini masih menjadi pekerjaan rumah. Kondisi anggaran daerah juga terbatas," kata Sudono.

Meski demikian, ia meminta dinas terkait tidak berhenti mengupayakan bantuan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Menurutnya, berbagai usulan perbaikan perlu terus disampaikan agar peluang mendapatkan dukungan pendanaan semakin terbuka.

"Jangan pernah bosan mengusulkan anggaran perbaikan," ujarnya.

Sudono berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat agar perbaikan bendung yang rusak dapat segera direalisasikan.

Dengan demikian, kebutuhan air irigasi bagi petani di Brebes selatan dapat kembali terpenuhi secara optimal.***

Artikel Terkait