Hadiri Haul KH Sodiq Suhaemi di Brebes, Nusron Wahid Blak-blakan Soal Pangan dan Energi

Minggu, 19 April 2026 | 18.44
Menteri ATR/BPN RI Nusron Wahid hadiri Haul ke-5 KH Sodiq Suhaemi dan Haul  ke-10 Nyai Hj Ulfatunnisa. di Ponpes Al Hikmah 1 Benda  Kabupaten Brebes (FOTO DOK)
Menteri ATR/BPN RI Nusron Wahid hadiri Haul ke-5 KH Sodiq Suhaemi dan Haul ke-10 Nyai Hj Ulfatunnisa. di Ponpes Al Hikmah 1 Benda Kabupaten Brebes (FOTO DOK)

Haul KH Sodiq Suhaemi & Nyai Hj Ulfatunnisa di Ponpes Al Hikmah 1 Brebes dihadiri Nusron Wahid bahas ketahanan pangan dan energi nasional.

BREBES, puskapik.com — Menteri ATR/BPN RI Nusron Wahid blak-blakan menyinggung isu ketahanan pangan dan energi saat menghadiri Haul ke-5 KH Sodiq Suhaemi di Ponpes Al Hikmah 1 Benda, Kabupaten Brebes, Sabtu malam, 18 April 2026.

Pada acara tersebut, Nusron Wahid menegaskan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak lepas dari kemandirian di sektor pangan dan energi. Ia juga menyoroti pentingnya peran pesantren dalam mendukung pembangunan nasional.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Rumah di Desa Cerih Tegal, Uang Tunai Rp15 Juta Dalam Kaleng Ikut Ludes Terbakar

Kegiatan haul yang digelar di SMK Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda ini juga dirangkai dengan Haul ke-10 Nyai Hj Ulfatunnisa. Acara berlangsung khidmat sejak pukul 20.00 hingga 23.20 WIB dan dihadiri ribuan jamaah serta santri dari berbagai daerah.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Hadir pula Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah dan para ulama serta pengasuh pondok pesantren.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Ekonomi Jateng, Hipmi Harus Agresif Berkolaborasi

Nusron Wahid menyebut pesantren memiliki posisi strategis, tidak hanya dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga dalam pembinaan moral dan penguatan sosial masyarakat.

“Pemerintah membutuhkan masukan dari para ulama dan tokoh agama. Pesantren memiliki peran penting dalam membangun masyarakat,” ujarnya.

Nusron Wahid juga menyinggung tantangan ketergantungan impor energi yang masih dihadapi Indonesia. Menurutnya, dinamika global, khususnya di kawasan Timur Tengah, turut memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi nasional.

Karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga serta menyalurkan subsidi kepada masyarakat yang membutuhkan."Kami

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait