Harga Plastik Naik, Nasabah Bank Sampah di Brebes Ketiban Untung

Kamis, 9 April 2026 | 14.17
Para nasabah bank sampak di Desa Randusangan Kulon, Kecamatan Brebes, sedang menimbang sampah yang dikumpulkan.
Para nasabah bank sampak di Desa Randusangan Kulon, Kecamatan Brebes, sedang menimbang sampah yang dikumpulkan.

Harga plastik naik, warga Brebes diuntungkan lewat bank sampah. Limbah rumah tangga kini bernilai ekonomi sekaligus bantu jaga kebersihan lingkungan.

BREBES, puskapik.com - Kenaikan harga plastik ternyata membawa berkah bagi para nasabah di Kabupaten Brebes. Salah satunya, para pemulung plastik di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Sampah plastik jenis apapun bisa mendatangkan cuan dengan dijual ke bank sampah.

Bank Sampah Rangkul Ceria Randusanga Kulon, yang dibuka pada awal tahun 2026, sudah banyak menerima kiriman limbah plastik. Berbagai jenis sampah ini datang dari warga desa.

Di antaranya, limbah bekas air minum, plastik kemasan makanan, bumbu dapur, jajanan, plastik es sampai tas kresek. Plastik limbah bekas air mineral dan gelas plastik menjadi sampah favorit karena memiliki nilai jual tinggi.

Baca Juga: Kebutuhan Darah PMI Kota Tegal Tembus 1.400 Kantong per Bulan, Dinkes Bentuk Sadulur Donor

Direktur Bank Sampah Rangkul Ceria, Nur Isnawati mengatakan, biasanya hanya plastik botol bekas yang bening yang bisa diuangkan. Namun di bank sampah ini semuanya diterima meski ada perbedaan harga.

"Plaatik kresek, bungkus es, kopi, jajanan kan tidak ada harga. Tapi di sini kami tampung juga dan bisa diuangkan," jelas Nur Isnawati ditemui di lokasi penimbangan, Kamis (9/4).

Menurut dia, sampah kiriman dari warga terlebih dulu ditimbang sesuai jenisnya. Kemudian akan ditukar dengan uang yang besarannya sesuai dengan volume sampah.

"Kami berikan reward, untuk sampah botol plastik Rp 3500 per kg, kemudian yang jenis plastik es, kresek, bekas bungkus kopi, jajanan dan sejenisnya dihargai Rp 400 per kg," ungkapnya.

Baca Juga: Insentif Guru Keagamaan Naik Jadi Rp 2 Juta Per Tahun, Bupati Tegal Perkuat Kesejahteraan Pengajar Madin dan LPQ

Lebih lanjut dia mengatakan, sengaja menampung sampah jenis itu karena memang sulit untuk pembuangannya. Rencananya, plastik es, tas kresek dan bekas bumbu dijual di pabrik paving block.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait