Bidik Pasar Nasional, Batik Salem Khas Brebes Tampil di JFW 2026

Batik Salem khas Brebes tampil di Jogja Fashion Week 2026. Keikutsertaan ini menjadi langkah memperluas pasar nasional sekaligus mengangkat wastra dan UMKM daerah.
BREBES, puskapik.com – Batik Salem khas Kabupaten Brebes terus memperluas pasar dan memperkenalkan potensi wastra daerah ke tingkat nasional.
Salah satunya melalui keikutsertaannya dalam Jogja Fashion Week (JFW) 2026, Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (15/8/2026).
Kehadiran Batik Salem dalam ajang fesyen bergengsi tersebut menjadi momentum untuk mengangkat kekayaan budaya Brebes sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin dan pelaku usaha batik di Kecamatan Salem.
Baca Juga: Petani Kendal Rela Tinggalkan Sawah Sehari, untuk Ramaikan Karnaval Kemerdekaan
Di ajang ini, Batik Salem tampil dalam koleksi busana hasil kolaborasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Brebes dengan desainer Defrico Audy.
Tak hanya membuka stan selama penyelenggaraan JFW 2026, Brebes juga membawa Batik Salem ke atas panggung. Sejumlah koleksi berbahan batik khas Brebes diperagakan dalam sesi fashion show.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bahkan turut tampil sebagai model mengenakan batik khas daerahnya.
Baca Juga: Pemprov Jateng Kirim Bantuan dan Relawan ke NTT, Ahmad Luthfi Pastikan Tepat Sasaran
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma mengatakan, keikutsertaan Brebes dalam ajang fashion bergengsi tersebut, merupakan bagian dari strategi memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas.
Setelah mengikuti Jakarta Fashion Week pada 2025, tahun ini Brebes kembali membawa produk lokal ke panggung fashion nasional melalui JFW 2026.
“Kami ingin produk lokal kami, bisa dipamerkan di setiap daerah dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Batik salem ini merupakan produk unggulan Brebes yang selama ini kami banggakan,” kata Paramitha.
Menurut dia, Batik Salem terus didorong agar semakin dikenal di luar daerah. Batik khas Brebes ini bahkan telah diberikan sebagai buah tangan kepada sejumlah menteri dan Ketua DPR RI Puan Maharani.
"Tak hanya itu, Batik Salem ini juga pernah di gunakan dalam beberapa agenda internasional dan kegiatan kenegaraan," ucapnya.
Bupati berharap, Batik Salem tidak hanya dikenal masyarakat Brebes. Tetapi semakin diterima di Yogyakarta, Jakarta, hingga pasar yang lebih luas. Promosi melalui panggung fashion menjadi salah satu upaya meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka peluang pasar bagi para pengrajin.
Dampak promosi tersebut sebelumnya telah dirasakan pengrajin Batik Salem setelah tampil di Jakarta Fashion Week 2025. Antusiasme masyarakat terhadap kain khas Brebes meningkat, bahkan para pengrajin sempat kewalahan karena menerima banyak pesanan dari berbagai daerah.
“Setelah kita mengikuti Jakarta Fashion Week, antusias untuk membeli kain Brebes sendiri semakin meningkat. Pengrajin kami juga sempat kewalahan karena banyak sekali banjiran order dari beberapa daerah,” terangnya.
Namun, lanjut dia, meningkatnya permintaan juga menghadirkan tantangan baru, terutama dalam pemasaran digital. Pihaknyabmengakui pemasaran Batik Salem secara daring masih perlu diperkuat karena masyarakat luar daerah masih mengalami kesulitan mendapatkan produk tersebut.
“Ke depannya kami akan membantu untuk pemasaran Batik Salem sendiri, Batik Brebes,” tegasnya.
Kolaborasi dengan Defrico Audy menjadi bagian penting dalam menghadirkan wajah baru Batik Brebes. Desainer tersebut mengatakan kerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Brebes merupakan kali kedua, setelah sebelumnya memberikan pelatihan kepada pengrajin untuk mengembangkan motif kain tenun dan batik Brebes.
“Filosofi daripada kain tersebut sebenarnya adalah lebih dari kegelapan akhirnya muncul keterangan. Jadi, dari sesuatu yang mati suri akhirnya timbul ke permukaan dengan warna-warna yang cerah,” jelas Defrico. **
Artikel Terkait

Semarak HUT ke-81 PMI di Pemalang, Warga Ikuti Senam dan Donor Darah

Berkunjung ke Batang, Wapres Gibran Jenguk Korban Keracunan MBG, Jumlah Total Capai 674 Orang

Puluhan Driver Ojol di Tegal Deklarasi Patrol, Satukan Roda Dua dan Roda Empat
