Jelang Nataru, Dirut KAI Cek Jembatan Kereta Api Prupuk-Linggapura di Brebes

Dirut PT KAI Bobby Rasyidin cek Jembatan BH 1109 Prupuk–Linggapura di Brebes guna pastikan kesiapan infrastruktur jelang angkutan Nataru 2026/2027.
BREBES, puskapik.com – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengecek kondisi Jembatan BH 1109 di lintas Prupuk-Linggapura, wilayah Daop 5 Purwokerto, Minggu, 8 November 2026.
Pengecekan tersebut menjadi bagian dari evaluasi infrastruktur perkeretaapian menjelang masa angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru (Nataru) 2027.
Dalam kunjungan itu, Bobby bersama jajaran operasional KAI memeriksa kondisi jembatan dan jalur kereta api. Peninjauan juga dilakukan di dua titik perlintasan sebidang pada lintas Tegal-Slawi, yakni KM 7+200 dan JPL 16A KM 7+080.
Bobby mengatakan, setiap lintas kereta api memiliki karakteristik dan kebutuhan penanganan yang berbeda. Karena itu, pemeriksaan langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi infrastruktur di lapangan.
"Setiap lintas memiliki karakteristik yang berbeda. Kami melihat langsung kondisi jembatan, jalur, dan perlintasan untuk memastikan kebutuhan penanganannya sesuai dengan kondisi di lapangan," ujar Bobby.
Baca Juga: Mikrobus Seruduk Truk di Tol Tegal, Satu Tewas dan Tiga Terluka
Selain mengecek infrastruktur, KAI juga terus menjalankan program peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang.
Secara nasional, program tersebut mencakup pembangunan 190 gardu perlintasan yang dilengkapi fasilitas pendukung, seperti palang pintu dan perlengkapan operasional penjagaan.
Hingga 5 November 2026, sebanyak 24 titik perlintasan telah beroperasi dengan fasilitas hasil pengembangan. Lokasinya tersebar di Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 7 Madiun, dan Daop 8 Surabaya.
Pekerjaan di sejumlah titik lainnya masih berlangsung secara bertahap, termasuk penyelesaian fasilitas fisik dan kesiapan perlengkapan operasional.
Menurut Bobby, pengembangan fasilitas perlintasan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi. KAI juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan keselamatan.
"Perlintasan merupakan ruang yang digunakan bersama oleh perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Kami terus melengkapi fasilitasnya secara bertahap, dengan memperhatikan kesiapan petugas dan peralatan di setiap lokasi," katanya.
KAI berharap peningkatan infrastruktur dan fasilitas keselamatan tersebut dapat mendukung kelancaran perjalanan kereta api sekaligus memberikan keamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur rel.***



