Kemarau Mulai Berdampak, Sejumlah Wilayah di Brebes Selatan Kesulitan Air Bersih

Selasa, 21 Juli 2026 | 06.05
BPBD Kabupaten Brebes droping air bersih di wilayah Desa/Kecamatan Bantarkawung.
BPBD Kabupaten Brebes droping air bersih di wilayah Desa/Kecamatan Bantarkawung.

Kemarau mulai memicu krisis air bersih di Brebes Selatan. BPBD Brebes menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Bumiayu dan Bantarkawung yang terdampak menyusutnya debit sumur.

BREBES, puskapik.com – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Brebes Selatan.

Sejumlah wilayah di Kecamatan Bantarkawung dan Kecamatan Bumiayu mulai mengalami kesulitan air bersih akibat menyusutnya debit sumur sehingga membutuhkan bantuan pasokan air bersih.

Di Kecamatan Bumiayu, sekitar 200 kepala keluarga (KK) di Dukuh Wiru, Desa Pruwatan, mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Baca Juga: Perpustakaan Keliling Kembali Hadir di Tilik Desa Bupati Tegal, Anak-anak SD Antusias Baca Buku

Pemerintah Desa Pruwatan pun mengajukan permohonan bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak warga.

Kades Pruwatan, Rasiman, mengatakan hasil pendataan sementara menunjukkan sekitar 200 KK di Dukuh Wiru terdampak kesulitan air bersih.

"Untuk Dukuh Wiru ada kisaran 200 KK yang mengalami kesulitan air bersih," kata Rasiman, Senin, 20 Juli 2026.

Baca Juga: Meriah, Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Warga

Menurutnya, sebagian besar warga mengandalkan sumur sebagai sumber air bersih. Namun, memasuki musim kemarau, debit air terus menurun sehingga pasokan air tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, di Kecamatan Bantarkawung, kesulitan air bersih dialami warga di empat pedukuhan Desa Bantarkawung, yakni Dukuh Pakiringan, Banteng, Prapatan, dan Gempol. Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan BPBD Brebes untuk menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak.

Kades Bantarkawung, Muhammad Rivai, mengatakan, keempat pedukuhan tersebut berada di kawasan perbukitan yang mengandalkan air tanah. Saat musim kemarau, debit sumur terus menyusut sehingga kebutuhan air untuk konsumsi mulai sulit dipenuhi.

"Untuk kebutuhan konsumsi, warga sudah kesulitan mendapatkan air bersih," ujar Rivai.

Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Brebes Pos Bumiayu, Budi Sujatmiko yang akrab disapa Bujat, mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak dua tangki atau sekitar 10.000 liter ke Dukuh Wiru.

BPBD juga telah mendistribusikan bantuan air bersih ke Desa Bantarkawung sesuai permohonan yang diajukan pemerintah desa.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait