Lajur Kanan Jalan Pagojengan Brebes Mulai Dicor, Arus Lalin Masih Buka-Tutup

Selasa, 22 September 2026 | 18.49 WIB
Pengguna jalan melewati jalan yang sudah dicor secara bergantian di ruas Pagojengan jalan nasional Tegal-purwokerto.
Pengguna jalan melewati jalan yang sudah dicor secara bergantian di ruas Pagojengan jalan nasional Tegal-purwokerto.

Lajur kanan jalan Tegal-Purwokerto di Pagojengan Brebes mulai dicor sepanjang 700 meter. Sistem buka-tutup diberlakukan hingga memicu antrean dari kedua arah.

BREBES, puskapik.com – Pengecoran jalan nasional Tegal-Purwokerto di Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, berlanjut ke lajur kanan dari arah Bumiayu pada Selasa 22 September 2026.

Pekerja mulai memasang bekisting untuk persiapan pengecoran, sementara kendaraan masih melintas secara bergantian.

Lajur kiri yang sudah selesai dicor kini digunakan kendaraan dari arah Bumiayu maupun Purwokerto.

Baca Juga: Sisir Blok Hunian Lapas Plantungan Kendal, Petugas Tak Temukan Barang Terlarang

Petugas menerapkan sistem buka-tutup karena kendaraan dari kedua arah harus melewati satu lajur.

Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan muncul dari dua arah. Dari Bumiayu, antrean pada waktu tertentu mencapai Brug Bodol.

Sementara dari arah Purwokerto, antrean juga terjadi. Pada malam hari, buntut kendaraan bisa mencapai Flyover Kretek.

Baca Juga: Dugaan Kekerasan Seksual di Penginapan Purwokerto, Pemuda Asal Brebes Jadi Tersangka

Panjang antrean berubah mengikuti kepadatan arus. Saat lalu lintas tidak terlalu padat, kendaraan masih dapat bergerak meski harus bergantian.

Sepeda motor juga masih dapat melintas di sela-sela kendaraan yang mengantre.

Pekerjaan pengecoran berlangsung di ruas jalan dari pertigaan Lingkar Pagojengan ke arah selatan hingga sekitar Masjid Al Hidayah. Panjang ruas yang dikerjakan sekitar 700 meter.

Pekerjaan tersebut sudah berlangsung sejak awal September. Informasi di lokasi menyebutkan pengecoran di ruas tersebut berlangsung sekitar 28 hari.

Pengguna jalan yang ingin menghindari antrean dapat memilih jalur alternatif Bumiayu-Negaradaha-Kretek. Namun, jalur tersebut hanya dapat dilalui kendaraan kecil.

Salah seorang pengguna jalan, Yanto, mengatakan antrean sulit dihindari selama pekerjaan perbaikan jalan berlangsung.

“Kalau ada pembangunan jalan, antrean memang tidak bisa dihindari. Yang penting pengaturan lalu lintasnya jangan terlalu lama, supaya kendaraan bisa segera jalan,” katanya. **