Makam Dawa Galuh Timur, Bukti Berdirinya Kerajaan Tua di Brebes

Minggu, 8 Februari 2026 | 10.13
Makam Dawa yang menjadi bukti keberadaan kerajaan Galuh Timur, di Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.
Makam Dawa yang menjadi bukti keberadaan kerajaan Galuh Timur, di Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

Makam Dawa di Desa Galuh Timur, Tonjong, Brebes, saksi keberadaan Kerajaan Galuh Timur, menyimpan jejak sejarah, tradisi, dan misteri leluhur Jawa Sunda

BREBES, puskapik.com - Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, terdengar memang seperti sebuah desa pada umum.

Namun siapa sangka, desa yang terletek di bagian selatan Brebes ini, menyimpan sejarah panjang kejayaan leluhur tanah jawa dan sunda.

Berbagai bukti kejayaan leluhur ini bisa ditemukan Galuh Timur, salah satunya Makam Dawa.

Baca Juga: Fasilitas Beasiswa Santri Pemprov Jateng Disambut Antusias Pesantren

Makam tua yang terletak di tengah pemakaman umum ini, menjadi salah satu bukti kejayaan masa silam.

Makam yang kini terawat baik, berukuran 7x4 meter. Saat memasuki komplek makam ini, suasananya rindang dengan di kanan kirim pohon besar.

Masyarakat setempat masih rutin melestarikan tradisi di makam tua ini. Bahkan, setiap satu Suto masyarakat menggelar acara tawasulan di Makam Dawa.

Meski terlihat seperti makam pada umumnya, namun Makam Dawa menyimpan banyak misteri.

Juru Kunci Makam Dawa, Mbah Yusuf menuturkan, jika Makam dawa ini merupakan Makom dari Syeh Bayanilah. Beliau adalah penyiar agama islam, khususnya di wilayah Galuh Timur. Beliau merupakan paman dari Syekh Sayid Ahmad, menantu Prabu Siliwangi.

Namun sebagian lagi percaya, bahwa makam itu merupakan makam Raden Raksamuka atau Dharmawangsa. Beliau merupakan Raja ke-4 di Kerajaan Galuh Timur. Untuk raja pertama bernama Dharmagati. Raja keduanya, Dharmayuda atau Bandayuda. Kemudian raja ketiga adalah Dharmaguna, dan yang kelima adalah Kertawangsa.

"Makam Dawa ini, salah satu bukti adanya sebuah kerajaan yang pernah berjaya di Galuh Timur. Di makam ini juga tersimpan banyak pusaka," ungkap Mbah Yusuf yang juga mantan Kepala Desa Galuh Timur ini.

Masih menurut Mbah Yusuf, Galuh Timur ini merupakan kerajaan tua. Berdiri pada tahun 612 M , di zaman Aria Bangah. Namun hingga kini masih banyak menyimpan misteri. Termasuk, bekas keraton kerajaan yang hingga sekarang belum ditemukan. Di Galuh Timur ini, juga menjadi titik perbatasan antara kerajaan Majapahit dan Padjajaran. Tepatnya, di Sunga Belang.

"Kerajaan Galih Timur ini berdiri di tahun 612 Masehi. Ini berdasarkan hasil penelitian sebuah universitas. Kami yakin ini, bahkan saya sampai sekarang masih mencari titik bekas keraton Kerajaan Galuh Timur ini," paparnya.

Hal-hal yang tidak masuk aka, lanjut Mbah Yusuf, hingga sekarang masih kerap terjadi di Desa Galuh Timur. Kejadian yang masih ramai menjadi perbincangan warga, yakni hilangnya seorang warga secara misterius. Meski tim SAR sudah diterjunkan untuk pencarian, tetapi hingga kini korban belum ditemukan. Korban ini hilang sudah dua minggu lalu.

"Hingga sekarang, sudah ada 7 warga kami yang hilang dan belum kembali. Padahal pencarian sudah dilakukan warga. Terakhir, seorang perempuan berusia 40-an juga belum ketemu," ceritanya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait