Panitia GBF 2026 Brebes Sampaikan Belasungkawa atas Musibah Gedung Hogwan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19.59
Jajaran panitia GBF 2026 bertakziah ke rumah keluarga korban untuk menyampaikan duka cita atas musibah runtuhnya gedung Hogwan.
Jajaran panitia GBF 2026 bertakziah ke rumah keluarga korban untuk menyampaikan duka cita atas musibah runtuhnya gedung Hogwan.

Panitia GBF 2026 menyampaikan belasungkawa atas runtuhnya Gedung Hogwan di Bumiayu yang menewaskan tiga orang. Hiburan musik ditiadakan sebagai bentuk penghormatan.

BREBES, puskapik.com – Panitia Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 menyampaikan belasungkawa atas musibah runtuhnya Gedung Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Ketua Panitia GBF 2026, Edi Riyanto, SH., MH., bersama jajaran panitia dan sejumlah tokoh masyarakat, mendatangi rumah keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa, Minggu (30/8/2026) sore.

“Kami atas nama Panitia GBF 2026 menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” ujar Edi.

Baca Juga: Unik! Sirine Kapal Jadi Simbol Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras Pemalang

Musibah tersebut terjadi tidak jauh dari lokasi pelaksanaan GBF 2026. Gedung Hogwan dan rumah warga yang terdampak berada di sisi timur Lapangan Asri, kawasan yang juga menjadi lokasi penyelenggaraan GBF.

Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban dan keluarga yang tengah berduka, panitia memutuskan meniadakan hiburan musik di panggung utama GBF khusus pada Minggu (30/8) malam.

Panitia juga meminta para pedagang dan pengelola wahana permainan di kawasan GBF tidak membunyikan musik pada Minggu malam sebagai bentuk penghormatan terhadap suasana duka.

Edi mengatakan, keputusan itu merupakan bentuk kepedulian panitia terhadap warga Bumiayu yang sedang menghadapi musibah.

Baca Juga: Mahasiswa KKN BDS UPS Tegal 2026 Kenalkan AI pada Siswa SD Desa Semedo

“Kami mendoakan yang terbaik untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga seluruh masyarakat Bumiayu diberikan kekuatan dan perlindungan,” katanya.

Runtuhnya bagian depan Gedung Hogwan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Material bangunan menimpa tiga rumah warga di sekitar lokasi.

Dua korban merupakan kakak beradik, Nara dan Arfa. Sementara korban ketiga, Kajat, ditemukan tim gabungan sekitar pukul 13.40 WIB setelah pencarian dilanjutkan dengan bantuan alat berat.

Dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa runtuhnya Gedung Hogwan menjadi tiga orang.**

Artikel Terkait