Pasca Longsor, Lahan Relokasi SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan Brebes Sudah Tersedia dari Tanah Wakaf

Lahan relokasi SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan Brebes sudah tersedia dari tanah wakaf setelah sekolah terdampak longsor di Desa Cilibur.
BREBES, puskapik.com – Lahan untuk relokasi SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, sudah tersedia. Lahan tersebut berasal dari tanah wakaf yang lokasinya masih berada di wilayah setempat.
Relokasi SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan direncanakan setelah area sekolah terdampak longsor. Pemindahan lokasi sekolah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi para siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, mengatakan pihaknya berharap proses relokasi SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan dapat segera direalisasikan.
Baca Juga: Bupati Kendal dan Forkopimda Tunaikan Zakat dalam Program Kendal Berzakat
“Harapan kami seperti yang sudah disampaikan gubernur, yaitu relokasi bisa segera dilakukan. Alhamdulillah untuk lahannya sudah ada dari tanah wakaf,” ujar Ahmad Najib.
Ahmad Najib menjelaskan, jumlah siswa SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan saat ini sebanyak 108 orang. Rinciannya, kelas 7 berjumlah 30 siswa, kelas 8 sebanyak 37 siswa, dan kelas 9 sebanyak 41 siswa.
Saat ini kegiatan belajar mengajar siswa SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan sementara dipindahkan ke Madin Muhammadiyah Cilibur. Para siswa tengah mengikuti kegiatan remidi ujian semester serta pesantren kilat menjelang pembagian rapor yang dijadwalkan pada Sabtu mendatang.
Baca Juga: Ratusan Kilogram Beras Zakat Fitrah Anggota Polres Kendal Disalurkan ke Masyarakat
Menurutnya, kegiatan belajar di Madin Cilibur memang menemui beberapa kendala, namun tidak terlalu signifikan dan masih dapat diatasi.
Di sisi lain, pihak sekolah juga berharap aset yang masih berada di lokasi lama bisa diselamatkan. Pasalnya, kondisi tanah di titik longsor disebut masih mengalami pergerakan.


