Pemdes Manggis Beri Klarifikasi Pemberitaan Proyek Talud, Tegaskan Informasi Tak Sesuai Fakta

Minggu, 25 Januari 2026 | 08.07
Proyek talut di Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.
Proyek talut di Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.

Pemdes Manggis klarifikasi pemberitaan proyek talud di Sirampog Brebes, tegaskan foto media bukan pekerjaan utama dan informasi yang beredar tidak sesuai fakta.

BREBES, puskapik.comPemerintah Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, menegaskan bahwa pemberitaan media mengenai proyek rehabilitasi talud di RT 02 RW 02 Desa Manggis tidak akurat.

Kades Manggis, Masruri, menyebut berita tersebut tidak seimbang dan menampilkan foto yang bukan bagian dari pekerjaan utama proyek.

Masruri menjelaskan, talud yang sedang direhabilitasi memiliki posisi lebih rendah dibanding rabat cor.

Baca Juga: Terdampak Banjir Bandang di Pulosari, Jaringan Air Bersih PDAM Pemalang Terganggu

Sejumlah perbaikan tambahan dilakukan atas permintaan warga, sehingga foto yang beredar di media bukan mencerminkan pekerjaan utama proyek.

“Gambar yang ditampilkan itu adalah bangunan tambahan di luar dokumen perencanaan. Pekerjaan utama tetap sesuai rencana,” jelas Masruri, Sabtu (24/1/2026).

Terkait tudingan bahwa proyek tidak dilengkapi papan informasi, Masruri membantahnya.

Baca Juga: Dampak Banjir di Desa Adisana Bumiayu, Jalan dan Rumah Rusak, Ratusan Hektare Sawah Terendam

Menurutnya, papan proyek sudah terpasang sejak awal, dan Sekretaris Desa telah menunjukkan bukti foto kepada pihak media.

Pekerjaan proyek sendiri masih berlangsung. Aktivitas tukang sempat terhenti karena hujan deras, namun akan dilanjutkan begitu kondisi cuaca mendukung.

Proyek ini menggunakan Bantuan Keuangan (BK) anggaran perubahan, sehingga pelaksanaan menyesuaikan tahapan administrasi dan teknis yang berlaku.

Masruri juga menegaskan, prasasti proyek memang belum dipasang saat pemberitaan muncul karena masih dalam proses pembuatan.

Prasasti akan dipasang setelah seluruh pekerjaan selesai dan dilakukan pemeriksaan oleh pihak terkait.

Masruri berharap media menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan telah melalui konfirmasi menyeluruh agar masyarakat tidak salah paham.

“Pada prinsipnya kami terbuka terhadap klarifikasi. Informasi yang disampaikan ke publik harus berdasarkan fakta di lapangan,” ujarnya. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait