Pemkab Brebes Minta Maaf Soal Warga Ditandu, Perbaikan Jembatan Mlayang Tunggu Proses Lelang Selesai

Pemkab Brebes meminta maaf karena perbaikan Jembatan Keruhbehet belum dimulai. Proyek senilai Rp600 juta masih menunggu proses lelang selesai.
BREBES, puskapik.com– Pemerintah Kabupaten Brebes meminta maaf kepada warga yang kesulitan akibat belum dimulainya perbaikan Jembatan Keruhbehet di Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog. Perbaikan yang telah dianggarkan Rp600 juta itu kini masih menunggu proses lelang selesai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, Dhani Asmoro, menyampaikan permintaan maaf tersebut saat mengunjungi rumah Yanto, warga yang sebelumnya harus ditandu menggunakan sarung saat hendak berobat.
“Kami prihatin dan meminta maaf sebesar-besarnya atas kesulitan yang dialami warga masyarakat karena penanganan jembatan belum bisa dimulai,” kata Dhani.
Baca Juga: Ekonomi Umat Bergerak, Transaksi Pameran MTQ Nasional 2026 di Jateng Capai Rp2,4 Miliar
Sebelum ke rumah Yanto, Dhani bersama rombongan meninjau Jembatan Keruhbehet. Rombongan terdiri atas anggota DPRD Brebes Titin Lutfiatin, Camat Sirampog Slamet Budi Raharjo, Kepala UPTD PU Wilayah Bumiayu Sri Hartanti, dan Kades Mlayang Abdul Khafidz.
Dari lokasi jembatan, rombongan kemudian mendatangi rumah Yanto. Mereka diterima Rodi, ayah Yanto. Pemkab juga menyerahkan paket kebutuhan pokok dan bantuan keuangan dari Baznas kepada keluarga Yanto.
Dhani menjelaskan, penanganan jembatan sudah masuk APBD Kabupaten Brebes 2026 dengan anggaran sekitar Rp600 juta. Namun, kenaikan harga material membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) harus disesuaikan.
Baca Juga: Pemkot Tegal Genjot Jambanisasi di Tengah Tantangan Sanitasi Pesisir
Penyesuaian RAB selesai pada Juli. Setelah itu, proses lelang kembali dilanjutkan. Namun, dua kali lelang sebelumnya gagal karena tidak ada peserta yang mengajukan penawaran.
Saat ini, lelang ketiga sudah memiliki penawaran dan masuk tahap evaluasi.
Jika sesuai jadwal, pemenang lelang akan diumumkan Senin, 21 September 2026. Setelah itu masih ada masa sanggah sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Baca Juga: Final MTQ 2026 di Jateng Sedot Ribuan Manusia, Taj Yasin: Alhamdulilah!
Dhani menegaskan, jika semua berjalan lancar, perbaikan jembatan bisa dimulai pada awal Oktober.
“Ini bukan ditunda-tunda, tapi memang ketentuan atau aturan yang ada harus dijalani,” ujar Dhani.
Kepala Desa Mlayang Abdul Khafidz mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah menyampaikan tahapan penanganan jembatan kepada warga, baik dalam kegiatan formal maupun nonformal.
Menurut kades, kejadian warga sakit harus ditandu melewati jembatan juga sudah beberapa kali terjadi.“Sebenarnya kejadian warga sakit ditandu melewati jembatan itu banyak. Tapi hanya kemarin yang muncul di medsos,” kata Khafidz.
Camat Sirampog Slamet Budi Raharjo turut menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Ia berharap Yanto segera pulih setelah mengalami kecelakaan jatuh dari pohon.
“Kami meminta maaf karena penanganan jembatan belum bisa dilaksanakan. Semuanya harus melalui prosedur yang sudah ditentukan,” ujarnya.***