Pemkab Brebes Tanggung Biaya Pengobatan, Bupati Jenguk Korban Penganiayaan di RSUD

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21.27 WIB
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma saat menjenguk korban penganiayaan asal Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes saat dirawat di RSUD Brebes.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma saat menjenguk korban penganiayaan asal Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes saat dirawat di RSUD Brebes.

Pemkab Brebes menanggung biaya pengobatan empat korban penganiayaan di RSUD Brebes. Bupati Paramitha juga mempertimbangkan bantuan bedah rumah bagi keluarga korban.

BREBES, puskapik.com – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menjenguk langsung empat korban penganiayaan yang tengah menjalani perawatan di RSUD Brebes, Rabu 14 Oktober 2026. Bahkan, Pemkab Brebes akan menanggung semua biaya pengobatan keempat korban asal Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes ini.

Penganiayaan tersebut diduga dipicu persoalan kecemburuan. Pelaku adalah Diska Romadhon (28), warga Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes. Ia tega menganiaya istri, anaknya yang masih balita, serta kedua mertuanya, Selasa (13/10) malam. Korban yakni istrinya, Fitri Andiani (25), ayah mertuanya Taripin (53), ibu mertuanya Suripah (53), serta anak pelaku yang masih balita.

Dari empat korban, tiga orang dewasa membutuhkan tindakan operasi akibat luka serius. Sedangkan seorang balita berusia satu tahun mengalami luka pada tangan kirinya.

“Korbannya ada empat. Yang parah tiga, istri, ayah mertua dan ibu mertua pelaku. Sedangkan anak balitanya mengalami sedikit luka sayatan. Ketiga korban saat ini sedang dalam tindakan operasi oleh petugas medis,” kata Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma.

Baca Juga: TMMD di Desa Kemantran Tegal, TNI Aspal Jalan 742 Meter

Penanganan medis, kata dia, harus menjadi prioritas agar para korban mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas menjadi pertimbangan Pemkab Brebes untuk memastikan biaya pengobatan mereka tertangani.

“Untuk biayanya kami yang tanggung, karena kasus seperti ini tidak ditanggung BPJS,” ujarnya.

Bupati menambahkan, dari data keluarga korban diketahui masuk kategori desil satu. Yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Mereka juga tinggal di rumah yang kondisinya kurang layak dan memiliki pekerjaan tidak tetap.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Brebes turut mempertimbangkan bantuan lanjutan berupa program bedah rumah. Bantuan itu diharapkan dapat membantu keluarga memperbaiki kondisi tempat tinggal setelah kebutuhan mendesak para korban tertangani.

“Mereka juga tinggal di rumah lepe-lepe, tapi memiliki lahan pribadi di Desa Tengki, Kecamatan Brebes. Sehingga kami tawarkan untuk bantuan bedah rumah karena pekerjaan keluarga itu tidak tetap,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes, Aris Suparmiati menjelaskan, tiga korban dewasa berada dalam kondisi sadar sebelum menjalani tindakan operasi. Salah satu korban, Fitri Andiani (25), mengalami cedera kepala berupa retak tulang tengkorak.

"Tim medis melakukan penanganan sesuai kondisi masing-masing korban. Kaminberharap tindakan medis berjalan lancar dan para korban dapat pulih dengan baik," pungkasnya. ***

Artikel Terkait