TMMD di Desa Kemantran Tegal, TNI Aspal Jalan 742 Meter

TMMD Sengkuyung Tahap IV 2026 di Desa Kemantran, Kabupaten Tegal, mengaspal jalan sepanjang 742 meter dengan dukungan anggaran Rp562,6 juta.
SLAWI,Puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Kodim 0712/Tegal resmi memulai program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026.
Pembukaan program yang mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa" ini ditandai dengan upacara resmi di Lapangan Desa Kemantran, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Selasa, 13 Oktober 2026 pagi.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, memimpin langsung jalannya upacara yang diikuti oleh sekitar 300 personel gabungan dari TNI, Polri, ormas, dan pelajar.
Sementara bertindak selaku Komandan Upacara adalah Danramil 12/Jatinegara, Letda Inf Sartimin.
Dalam amanatnya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0712/Tegal, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta seluruh elemen masyarakat Desa Kemantran yang telah bergotong-royong mempersiapkan program ini.
Baca Juga: 600 ASN Kabupaten Tegal Ikuti Profiling ASN, Bupati Tegaskan Bukan untuk Promosi Jabatan
"TMMD adalah program yang manfaatnya sudah banyak dirasakan masyarakat. Di dalamnya ada kerja nyata membangun sarana desa, dan tumbuh semangat persatuan serta kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah, dan rakyat. Ketika prajurit dan warga bekerja berdampingan, pekerjaan berat terasa ringan," ujar Bupati Ischak.
Bupati menegaskan pentingnya infrastruktur jalan bagi pertumbuhan ekonomi pedesaan. "Bagi warga, jalan adalah urat nadi kehidupan. Lewat jalan yang baik, petani lebih mudah membawa hasil panen, pedagang lebih lancar mengantar dagangan, anak-anak lebih nyaman ke sekolah, dan akses layanan kesehatan menjadi lebih cepat," imbuhnya.
Program TMMD Sengkuyung Tahap IV ini akan berlangsung selama 30 hari, terhitung mulai tanggal 13 Oktober hingga 11 November 2026. Fokus sasaran pokok pembangunan fisik berupa pengaspalan jalan (lapen/shandseet) di wilayah Desa Kemantran yang terbagi dalam empat segmen utama, meliputi,
Segmen I dengan panjang 153 meter, lebar 3 meter, dan tebal 0,07 meter.
Segmen II dengan panjang 300 meter, lebar 3 meter, dan tebal 0,07 meter.
Segmen III, dengan panjang 154 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 0,07 meter dan
Segmen IV dengan panjang 135 meter, lebar 1,6 meter, dan tebal 0,07 meter.
Baca Juga: 95 Hektare Sawah di Salem Brebes Andalkan Bendung Darurat
Selain pembangunan infrastruktur fisik, TMMD kali ini juga menyasar program non-fisik berupa rangkaian penyuluhan kepada masyarakat. Di antaranya sosialisasi TMMD, wawasan kebangsaan, bela negara, pencegahan kenakalan remaja dan narkoba, pemberdayaan masyarakat, hingga penyuluhan keluarga berencana (KB) kesehatan serta penanganan stunting.
Kelancaran program TMMD di Desa Kemantran ini ditopang oleh sinergi anggaran total sebesar Rp 562.602.000. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 182.602.000,- dan didukung penuh oleh APBD Kabupaten Tegal senilai Rp 380.000.000.
Upacara pembukaan ditutup secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Bupati Tegal didampingi jajaran Forkopimda, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah penyerahan program kerja serta sesi foto bersama.
Hadir dalam upacara tersebut Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, Dansatrad 403/Tegal Letkol Lek Indra Febrian, Camat Kramat Didik Ari Kustanto, Kepala Desa Kemantran Aziz Nur Fajar, serta jajaran perwakilan Lanal Tegal, Polres Tegal, Kejaksaan Negeri, Kepala OPD Pemkab Tegal, dan perwakilan organisasi wanita TNI-Polri. ***



