Pesan Abdul Kholik untuk Pegiat Pemekaran: Jangan “Melukai” Brebes Utara hingga Guyonan Calon Bupati

Senin, 10 Agustus 2026 | 20.31
Anggota DPD RI Abdul Kholik menyampaikan pandangannya saat FGD Konsolidasi Pemekaran Brebes Selatan di Pendapa ek Kawedanan Bumiayu.
Anggota DPD RI Abdul Kholik menyampaikan pandangannya saat FGD Konsolidasi Pemekaran Brebes Selatan di Pendapa ek Kawedanan Bumiayu.

Abdul Kholik meminta pegiat pemekaran Brebes Selatan tetap kompak dan tidak “melukai” Brebes Utara. Ia juga mengingatkan agar berhati-hati melontarkan guyonan politik.

BREBES, puskapik.com – Perjuangan pemekaran Kabupaten Brebes kini memasuki tahap penting. Pansus CDOB yang dibentuk DPRD Jateng untuk menindaklanjuti usulan pembentukan CDOB Brebes Selatan juga sudah mulai bekerja.

Di tengah proses itu, anggota DPD RI Abdul Kholik mengingatkan para pegiat pemekaran Brebes Selatan agar memperjuangkan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) dengan cara yang baik.

Menurut Kholik, perjuangan pemekaran jangan sampai menimbulkan pertentangan dengan masyarakat Brebes Utara maupun Pemerintah Kabupaten Brebes.

Baca Juga: PrimeBiz Hotel Tegal Gandeng Anne Avantie, Salurkan Donasi untuk Yayasan Wisma Kasih Bunda

“Pemekaran jangan melukai warga Brebes Utara, jangan melukai Pemkab. Semuanya harus bareng-bareng, kita niatkan untuk satu tujuan,” kata Kholik dalam Forum Group Discussion (FGD) Konsolidasi Pemekaran Brebes Selatan di Pendapa Eks Kawedanan Bumiayu, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menurutnya, pemekaran bukan persoalan Selatan melawan Utara. Tujuannya adalah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini bukan urusan merdeka. Ini urusan mensejahterakan masyarakat. Semua akan mendapatkan manfaat. Brebes Utara juga sangat diuntungkan. Hal-hal seperti ini harus dibangun,” katanya.

Kholik juga menekankan pentingnya cara yang ditempuh dalam memperjuangkan pemekaran.

Baca Juga: BRI Pemalang Ungkap Pemecatan Mantan Mantri RK hingga Pelaporan ke Kejaksaan

“Tujuan baik dari pemekaran adalah akselerasi pembangunan di daerah. Karena tujuannya baik, maka caranya juga harus baik,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam perjuangan pemekaran Brebes Selatan membangun komunikasi yang baik, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Brebes dan masyarakat Brebes Utara.

Selain soal hubungan dengan Brebes Utara. Kholik juga mengingatkan agar para pegiat berhati-hati dalam melontarkan candaan politik, terutama mengenai siapa yang nantinya akan menjadi bupati jika Kabupaten Brebes Selatan terbentuk.

Menurut Kholik, candaan di lingkungan internal mungkin dianggap biasa. Namun, ketika sampai kepada masyarakat umum, persepsinya bisa berbeda.

“Guyonan juga harus diperhatikan. Misalnya guyonan si A jadi bupati di internal tidak apa-apa. Tapi masyarakat umum bisa memandang dengan cara yang berbeda. ‘Oh, si A ternyata mau jadi bupati’,” ujarnya.

Terakhir, Kholik mengapresiasi seluruh elemen pejuang pemekaran sehingga akhirnya Pemprov dan DPRD Jateng memberi ruang dengan membentuk Pansus CDOB."Jaga kekompakan, kawal pansus. Tidak perlu ada yang mengaku yang paling berjasa," ujarnya. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait