Protes Jalan Rusak di Karangsambung Losari Brebes, Warga Pasang Spanduk dan Tanam Pohon Pisang

Warga Karangsambung, Losari, Brebes memprotes jalan rusak dengan menanam pohon pisang dan memasang spanduk. Pemkab berjanji mulai perbaikan akhir Juli 2026.
BREBES, puskapik.com - Warga Desa Karangsambung Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, melakukan aksi protes menyusul ruas jalan Karangsambung-Jatisawit yang rusak parah dan belum juga ditangani.
Mereka protes ke pemerintah daerah dengan aksi memasang spanduk dan menanam pohon pisang di tengah jalan, kemarin.
Aksi itu untuk mendesak Pemkab Brebes segera memperbaiki kerusakan tersebut. Selain berlubang, kondisi jalan juga bergelombang.
Baca Juga: Warga Pekalongan Mulai Aktif Manfaatkan Layanan Call Center 110, Polisi Respons Cepat Setiap Aduan
Sehingga membahayakan pengguna jalan. Terutama para pengendara sepeda motor. Bahkan, di lokasi aksi penanaman pohon pisang nampak jalan sepanjang 500 meteran tak ada sedikit pun aspal maupun beton. Di jalan itu hanya menyisakan bebatuan kerikil perkerasan jalan.
Aksi protes juga dilakukan dengan memasang sejumlah spanduk bernada protes. Dalam tulisan di sepanduk itu, warga menyinggung Bupati Brebes Terpilih, Paramitha Widya Kusuma.
Warga mengungkit jika perolehan suara pada Pemilihan Bupati Brebes tahun 2024 lalu, perolehan suara Paramitha Widya Kusuma di Desa Karangsambung tembus 85,91 persen.
"Sungguh ironis. Perolehan suara 85,91% untuk memenangkan Bupati Terpilih, terbesar se-Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Tapi kami masyarakat Desa Karangsambung merasa dianaktirikan. Ruas jalan kabupaten antardesa di Desa Karangsambung kondisinya rusak parah dan sering terjadi lakalantas," demikian tulisan di spanduk tersebut.
Mastoni warga Desa Karangsambung mengaku, ruas jalan kabupaten di desanya itu rusak sudah bertahun-tahun dan tak kunjung diperbaiki. Saat hujan, kondisinya sangat memprihatinkan.
Jalan berubah seperti empang, karena digenangi air dan berlumpur. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang jatuh karena kondisi jalan licin.
"Kami menanami pohon pisang ini sebagai aksi protes. Sudah hampir lima tahun jalan ini rusak dan tak kunjung diperbaiki. Tuntutan warga sederhana, jalan ini diperbaiki," tandasnya kepada wartawan.
Viki, pengendara sepeda motor mengaku, kondisi jalan yang rusak parah ini sudah terjadi sejak lama.
Terlebih saat hujan, kondisi jalan banjir seperti empang. Kerusakan jalan itu sangat mengganggu aktivitas perekonomian warga. Terutama saat pengiriman dan distribusi barang muatan.


