BRIN Ekskavasi Candi Watu Jaran di Brebes, Telusuri Jejak Sejarah Situs Kuno di Bumiayu

Kamis, 6 Agustus 2026 | 16.22
 Ekskavasi Candi Watu Jaran di Desa Laren, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang dilakukan tim BRIN untuk mengumpulkan data arkeologis terkait karakter dan sebaran tinggalan situs.
Ekskavasi Candi Watu Jaran di Desa Laren, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang dilakukan tim BRIN untuk mengumpulkan data arkeologis terkait karakter dan sebaran tinggalan situs.

BRIN melakukan ekskavasi di Situs Candi Watu Jaran, Brebes, untuk mengungkap karakter, struktur, dan sejarah situs. Hasil penelitian diharapkan mendukung pelestarian serta wisata edukasi.

BREBES, puskapik.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan ekskavasi di Situs Candi Watu Jaran, Desa Laren, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Penelitian yang telah berlangsung sekitar dua pekan itu bertujuan mengumpulkan data arkeologis untuk mengetahui karakter situs serta sebaran tinggalan yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

Irfan, salah seorang pelaksana kegiatan ekskavasi yang juga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan tengah menjalani program magang di Kawasan Stasiun Lapangan (KSL) Bumiayu BRIN, mengatakan, kegiatan saat ini masih difokuskan pada ekskavasi dan pendataan.

Baca Juga: POPDA Pencak Silat di Kabupaten Tegal, Ini Sekolah Yang Juara Umum

"Tujuan ekskavasi ini untuk memperoleh data terkait Candi Watu Jaran. Kami melakukan ekskavasi dan pendataan terhadap setiap temuan yang ada," kata Irfan, Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurut dia, penggalian dilakukan secara bertahap dan hati-hati agar setiap temuan tetap terjaga. Tim membuka kotak ekskavasi sesuai titik yang telah ditentukan, kemudian membersihkan lapisan tanah sedikit demi sedikit menggunakan cetok, kuas, dan sekop kecil.

Selama proses tersebut, setiap temuan diukur, dipetakan, dicatat, dan didokumentasikan menggunakan peralatan survei. Langkah itu dilakukan agar posisi maupun kondisi setiap temuan terekam secara akurat sebagai bahan analisis lanjutan.

Baca Juga: Fajar 2026 Perkuat Rantai Industri Halal Jateng, Omzet UMKM Naik Berlipat

Hasil sementara menunjukkan adanya susunan bata berukuran cukup besar dengan ketebalan sekitar 10 sentimeter. Namun, temuan itu belum dapat dipastikan sebagai bagian dari struktur candi."Semua temuan masih didata dan akan dikaji lebih lanjut," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah anggota tim tampak bergantian membersihkan area galian, sementara petugas lain melakukan pengukuran dan dokumentasi sebelum penggalian dilanjutkan.

Seluruh pekerjaan dilakukan secara teliti karena setiap lapisan tanah maupun susunan bata yang ditemukan merupakan bagian dari data arkeologis.

Keberadaan Candi Watu Jaran telah lama dikenal masyarakat. Namun, hingga kini data arkeologis mengenai bentuk, fungsi, usia, maupun luas kawasan situs masih terbatas.

Kades Laren, Arif Setiawan, menyambut baik kegiatan penelitian yang dilakukan BRIN. Menurutnya, ekskavasi tersebut menjadi harapan masyarakat untuk mengungkap sejarah Candi Watu Jaran yang selama ini masih menyisakan banyak pertanyaan.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan hasil penelitian nantinya dapat mengungkap sejarah Candi Watu Jaran sehingga masyarakat semakin mengetahui sejarah desa ini," katanya.

Arif berharap, hasil penelitian tidak hanya menambah khazanah sejarah Kabupaten Brebes, tetapi juga menjadi dasar pelestarian Situs Candi Watu Jaran serta mendorong pengembangannya sebagai destinasi wisata edukasi berbasis sejarah di wilayah Bumiayu.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait