Fajar 2026 Perkuat Rantai Industri Halal Jateng, Omzet UMKM Naik Berlipat

Kamis, 6 Agustus 2026 | 15.43
puskapik

Festival Jawa Tengah Syariah (Fajar) 2026 di Semarang menjadi ajang penguatan ekosistem halal, membuka peluang pasar UMKM, serta mendukung ekonomi syariah dan pariwisata ramah muslim.

SEMARANG, puskapik.com – Festival Jawa Tengah Syariah (Fajar) 2026 kembali menjadi etalase pengembangan ekosistem halal di Jawa Tengah.

Tak sekadar menghadirkan produk halal, ajang yang digelar di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 itu juga membuka peluang pasar lebih luas bagi pelaku UMKM.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, Festival Jateng Syariah merupakan hasil sinergi panjang antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Bank Indonesia dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Baca Juga: Jateng-Kaltim Kolaborasi, Teken 19 Kerja Sama Ekonomi Senilai Rp 20,2 Triliun

Menurutnya, arah pembangunan tersebut akan semakin diperkuat pada 2027, bersamaan dengan pengembangan ekonomi berkelanjutan dan pariwisata ramah muslim.

"Kita bekerja sama dengan Bank Indonesia sudah lama untuk menumbuhkan ekonomi syariah," kata Taj Yasin usai mewakili Gubernur Ahmad Luthfi membuka Fajar 2026, Kamis, 6 Agustus 2026.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menjelaskan, pengembangan ekosistem halal dilakukan dari hulu hingga hilir.

Baca Juga: Gerak Cepat! Curanmor di Pekalongan Terungkap Kurang dari 5 Jam

Di antaranya melalui pembangunan rumah potong hewan halal di Kabupaten Magelang, rumah potong ayam di Kabupaten Jepara yang bekerja sama dengan pondok pesantren, hingga pengembangan kawasan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

Menurutnya, keberadaan kawasan kuliner bersertifikat halal, fasilitas ibadah yang memadai, serta layanan yang ramah muslim akan menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari negara-negara Timur Tengah.

"Kalau kita bicara pariwisata yang ramah muslim, ya salah satunya tadi kawasan food court-nya ini ada sertifikat halalnya, ada keterjaminannya, lalu tempat ibadahnya bagus," ujarnya.

Gus Yasin menambahkan, tujuan utama pengembangan ekonomi syariah bukan semata meningkatkan transaksi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan pelaku usaha.

"Fajar 2026 juga merangkul UMKM. Saya senang karena tumbuhnya bersama-sama," katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M. Noor Nugroho mengatakan, Fajar 2026 mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Sinergi Penguatan Literasi dan Halal Value Chain.

Tema tersebut menekankan pentingnya memperkuat literasi masyarakat sekaligus membangun rantai nilai halal dari sisi produksi hingga konsumsi.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait