Retribusi Pasar Seng Bumiayu Baru 43,95 Persen, Masih Harus Kejar Rp312 Juta

Retribusi Pasar Seng Makmur Bumiayu baru mencapai Rp244,80 juta atau 43,95 persen dari target 2026. Pengelola harus mengejar Rp312,09 juta.
BREBES, puskapik.com – Realisasi pendapatan retribusi Pasar Seng Makmur Bumiayu, Kabupaten Brebes, hingga Juli 2026 baru mencapai Rp244,80 juta atau 43,95 persen dari target tahun ini sebesar Rp556,89 juta.
Dengan capaian tersebut, pengelola masih harus menghimpun sekitar Rp312,09 juta dalam lima bulan tersisa untuk mencapai target retribusi 2026.
Pengelola Pasar Seng Makmur Bumiayu, Dwi Saputro, mengatakan rendahnya persentase realisasi tersebut tidak sepenuhnya menunjukkan adanya penurunan penerimaan. Menurut dia, penerimaan bulanan masih relatif stabil, tetapi target retribusi tahun ini mengalami kenaikan cukup tinggi.
Baca Juga: Polres Kendal Gelar Patroli Skala Besar, Balap Liar dan Tawuran Jadi Sasaran Utama
"Target retribusi tahun ini naik cukup tinggi. Jadi secara persentase memang terlihat lebih rendah dibandingkan tahun lalu, meski penerimaan setiap bulan relatif stabil," ujar Dwi, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Target retribusi Pasar Seng Makmur pada 2026 ditetapkan sebesar Rp556,89 juta. Angka tersebut naik sekitar 22,1 persen dibandingkan target 2025 yang mencapai Rp456,12 juta.
Sementara itu, penerimaan retribusi sepanjang Januari-Juli 2026 berada di kisaran Rp32 juta hingga Rp37 juta per bulan.
Baca Juga: Rumah Lansia di Singorojo Kendal Tak Terselamatkan dari Amukan Api
Pada Januari, realisasi tercatat Rp35,18 juta, Februari Rp33,57 juta, Maret Rp32,26 juta, April Rp35,90 juta, Mei Rp34,52 juta, Juni Rp35,78 juta, dan Juli Rp37,56 juta.
Realisasi Juli menjadi yang tertinggi sepanjang tujuh bulan pertama 2026.
Jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, sepanjang 2025 Pasar Seng Makmur berhasil merealisasikan retribusi sebesar Rp414,49 juta atau 90,87 persen dari target tahunan Rp456,12 juta.
Namun, dengan pola penerimaan bulanan yang sejauh ini masih berada di kisaran Rp32 juta-Rp37 juta, pengelola menghadapi tantangan untuk mengejar kekurangan Rp312,09 juta hingga akhir Desember.
Untuk mencapai target tersebut, rata-rata penerimaan yang dibutuhkan selama Agustus-Desember mencapai sekitar Rp62,42 juta perbulan.
Dwi mengatakan, pengelola akan mengoptimalkan penarikan retribusi, pelayanan, dan pengawasan untuk meningkatkan penerimaan selama lima bulan terakhir."Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar target pendapatan retribusi tahun 2026 bisa tercapai hingga akhir tahun," katanya.


