RSUD Bumiayu Jalani Akreditasi, Pelayanan Pasien Ikut Dievaluasi

Minggu, 1 November 2026 | 17.04 WIB
RSUD Bumiayu, Kabupaten Brebes, menjalani survei akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP)
RSUD Bumiayu, Kabupaten Brebes, menjalani survei akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP)

RSUD Bumiayu Brebes jalani survei akreditasi oleh LARS DHP demi meningkatkan tata kelola, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.

BREBES, puskapik.com – RSUD Bumiayu, Kabupaten Brebes, menjalani survei akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP) pada 27, 30, dan 31 Oktober 2026.

Survei tersebut melibatkan dua surveior, yakni dr. Imam Prasetyo dan dr. Junaedi Wibawa. Keduanya melakukan penilaian terhadap tata kelola rumah sakit, mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) di seluruh unit kerja.

Penilaian tidak hanya mencakup kelengkapan dokumen, tetapi juga melihat sejauh mana standar pelayanan diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini penting untuk memastikan pasien mendapatkan pelayanan yang aman dan sesuai ketentuan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Bumiayu, dr. Hero Irawan, melalui Plt Kepala Bagian Tata Usaha, Muhammad Silahhudin, mengatakan survei akreditasi menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar.

Baca Juga: Ratusan Kepala Sekolah dan Guru se-Kabupaten Tegal Ikuti Financial Class

"Akreditasi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan," ujarnya.

Menurut Silahhudin, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas dan peralatan medis. Profesionalisme tenaga kesehatan, koordinasi antarunit, serta kepatuhan terhadap prosedur juga berperan penting.

Karena itu, RSUD Bumiayu terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penguatan koordinasi antarunit agar pelayanan kepada pasien semakin baik.

Hasil penilaian dan rekomendasi tim surveior selanjutnya akan menjadi bahan perbaikan manajemen. Silahhudin berharap, akreditasi tidak hanya menjadi agenda penilaian berkala, tetapi juga mendorong peningkatan mutu yang diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

"Peningkatan mutu tidak boleh berhenti pada saat survei berlangsung, tetapi harus menjadi budaya kerja sehari-hari," katanya. ***

Artikel Terkait