Tak Cuma di Buku, Museum Purbakala Bumiayu Ajak Siswa Mengenal Kehidupan Purba

Kamis, 15 Oktober 2026 | 14.36 WIB
Siswa foto bersama usai melihat koleksi fosil di Museum Purbakala Bumiayu
Siswa foto bersama usai melihat koleksi fosil di Museum Purbakala Bumiayu

Museum Purbakala Bumiayu mengajak siswa SD Kalierang 03 mengenal fosil hewan purba secara langsung sebagai sarana belajar sejarah alam dan kepurbakalaan.

BREBES, puskapik.com – Museum Purbakala Bumiayu, Kabupaten Brebes, menjadi ruang belajar bagi siswa untuk mengenal kehidupan purba melalui fosil yang ditemukan di kawasan tersebut.

Pada Kamis, 15 Oktober 2026, siswa SD Kalierang 03 Bumiayu berkunjung untuk melihat langsung berbagai koleksi yang tersimpan di museum.

Di antara koleksi yang dilihat, fosil gajah purba menarik perhatian siswa. Ukurannya membuat Dani, salah seorang siswa, penasaran.

Baca Juga: Kejari dan Aslinmas Brebes Salurkan 50.000 Liter Air Bersih untuk Warga Taraban

“Ini benar-benar fosil gajah? Besar sekali,” kata Dani.

Salah seorang pemandu museum, Karsono, menjelaskan koleksi tersebut dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak. Ia mengenalkan fosil sebagai sisa atau jejak makhluk hidup dari masa lampau yang tersimpan di dalam tanah selama waktu yang sangat lama.

Dari fosil gajah purba, siswa diajak membayangkan bahwa kawasan Bumiayu pernah menjadi tempat hidup berbagai jenis hewan yang kini sudah tidak dijumpai lagi.

Baca Juga: Gudang Rosok di Brangsong Kendal Terbakar Dini Hari, Penyebab Masih Misterius

Karsono juga mengenalkan perbedaan jenis gajah purba yang fosilnya tersimpan di museum, sehingga anak-anak tidak sekadar melihat bentuk tulangnya, tetapi juga memahami cerita di balik temuan tersebut.

Koleksi gajah purba di museum ini berasal dari kelompok Sinomastodon, Stegodon, dan Elephas. Selain itu, terdapat fosil hewan lain, seperti badak, rusa, kerbau, kuda air, hingga buaya.

Museum ini juga menyimpan fosil fauna laut, termasuk moluska dan karang. Beragam temuan tersebut menjadi petunjuk untuk mempelajari kehidupan hewan purba dan perubahan lingkungan di kawasan Bumiayu pada masa lampau.

Pengelola Museum Purbakala Bumiayu, Rafli Rizal, mengatakan koleksi fosil dapat membantu pelajar mengenal jenis-jenis hewan purba yang pernah hidup di kawasan tersebut.

“Melalui koleksi fosil di museum ini, pelajar bisa mengenal jenis-jenis hewan purba yang pernah hidup di kawasan Bumiayu. Jadi, mereka tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga melihat bukti temuannya secara langsung,” ujarnya.

Rizal mengapresiasi sekolah yang mengajak siswa berkunjung ke museum. Menurut dia, kunjungan semacam ini membantu anak-anak mengenal potensi kepurbakalaan yang dimiliki daerahnya.

Dengan melihat koleksi secara langsung, siswa dapat mengetahui bahwa Bumiayu menyimpan berbagai temuan fosil yang menjadi bagian penting dari sejarah alam kawasan tersebut.

Selain fosil hewan, museum ini menyimpan artefak dan replika manusia purba. Koleksi tersebut menambah bahan belajar bagi pengunjung yang ingin mengenal temuan arkeologi dan paleontologi di kawasan Bumiayu.

Museum Purbakala Bumiayu dikelola Yayasan Pustaka Alam Bumiajuensis (Dulu bernama Kelompok Pelestari Fosil Buton).

Lokasinya berada di Kompleks Perum Bumi Sari Ayu, Jalan KH Ahmad Dahlan, Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. **

Artikel Terkait