Tanah Bergerak di Cilibur Brebes Kian Meluas, BPBD Catat 118 Rumah Terdampak

Jumat, 24 Juli 2026 | 15.31
Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal Abdul Aziz bersama jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Tegal periode 2026-2031 mengikuti puncak Harlah ke-28 PKB di di Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua Jakarta, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu 22 Juli 2026. (Dok)
Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal Abdul Aziz bersama jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Tegal periode 2026-2031 mengikuti puncak Harlah ke-28 PKB di di Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua Jakarta, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu 22 Juli 2026. (Dok)

Tanah bergerak di Desa Cilibur, Brebes, kian meluas. Sebanyak 118 rumah dan lima fasilitas umum terdampak, BPBD mengusulkan relokasi bagi warga di zona rawan.

BREBES, puskapik.com – Bencana tanah bergerak di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, semakin meluas.

BPBD Kabupaten Brebes mencatat sedikitnya 118 rumah warga dan lima fasilitas umum terdampak akibat pergerakan tanah yang kembali meningkat pada Juli 2026.

Kepala BPBD Kabupaten Brebes Budhi Darmawan melalui Koordinator Penanggulangan Bencana Posko BPBD Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan, fenomena tanah bergerak di Desa Cilibur sebenarnya telah terjadi sejak Februari 2022.

Namun saat itu dampaknya masih terbatas dan belum menimbulkan kerusakan yang signifikan.

Baca Juga: Sekda Jateng Minta APIP Jadi Garda Terdepan Cegah Praktik Korupsi di Pemerintah Daerah

"Pada Juli 2026 ini ada laporan warga bahwa pergerakan tanah semakin masif sehingga menyebabkan kerusakan pada hunian warga dan fasilitas umum semakin bertambah parah," ujar Budi.

Menurut Budi, ratusan rumah yang terdampak tersebar di beberapa lokasi, yakni Dukuh Benda sebanyak 18 rumah, Dukuh Ciduwo 36 rumah, Dukuh Karanggandul 16 rumah, Kumambang RT 04 sebanyak 31 rumah, serta Kumambang RT 06 sebanyak 17 rumah.

Kondisi bangunan yang terdampak pun cukup memprihatinkan. Sejumlah rumah mengalami retakan besar yang membelah dinding dari bagian bawah hingga mendekati atap.

Baca Juga: Budi Harsudiono Seto Aji Dilantik Jadi Direktur Utama PDAM Pemalang

Di beberapa bangunan, retakan juga menyebabkan bagian plafon rusak sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan penghuni apabila pergerakan tanah terus berlanjut.

Selain rumah warga, lima fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Salah satunya lapangan futsal di Dukuh Legok yang kini tidak lagi dapat difungsikan sebagaimana mestinya dan sementara dimanfaatkan sebagai jalan darurat bagi masyarakat karena jalan utama ambles.

Sebagai upaya penanganan jangka panjang, BPBD Kabupaten Brebes mengusulkan relokasi bagi warga yang rumahnya berada di kawasan terdampak pergerakan tanah.

"Kami mengimbau warga agar tetap waspada. Apabila muncul retakan baru, retakan yang ada semakin melebar, atau terjadi pergerakan tanah susulan, segera laporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti," kata Budi.

Artikel Terkait