Taruna Polimarin Asal Brebes Ikut Jadi Korban KM Virgo Transport 8

Taruna Polimarin asal Brebes, Farel Raf'i Putratama, diduga menjadi korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo dan masih dalam pencarian.
BREBES, puskapik.com – Kabar duka menyelimuti keluarga Farel Raf'i Putratama, warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Farel yang diketahui merupakan taruna Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin), diduga ikut menjadi salah satu korban dalam insiden KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan hingga tenggelam di perairan Masalembo.
Hingga kini, keluarga masih menanti kepastian mengenai keberadaan putranya. Mereka berharap Farel dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Farel yang tengah menjalani praktik laut (Prala) diketahui baru sekitar satu pekan bergabung dengan kapal tersebut. Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin itu dilaporkan mengalami musibah di perairan Masalembo pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Baca Juga: Duta Pelajar IPPNU Kendal Jadi Ruang Unjuk Potensi dan Terus Dikembangkan
Hingga Minggu (20/9/2026), keberadaan Farel belum diketahui. Keluarga masih berharap proses pencarian yang dilakukan tim gabungan dapat menemukan titik terang.
Ayah Farel, Agung Triono mengatakan, pihak keluarga pertama kali menerima kabar mengenai kejadian tersebut setelah kapal berada di sekitar perairan Masalembo. Namun, sampai saat ini keluarga belum memperoleh informasi yang benar-benar memastikan kondisi maupun keberadaan putranya.
“Dari pertama mendapatkan informasi itu dan sampai sekarang belum ada konfirmasi yang benar-benar memberikan kepastian mengenai keberadaan anak kami,” ujarnya.
Baca Juga: Mikrobus Rombongan Fatayat NU Terguling di Tanjakan Cilongok Balapulang Tegal, 5 Luka-luka
Serahkan DNA
Keluarga Farel mengaku, telah menyerahkan sampel DNA kepada tim Disaster Victim Identification (DVI). Itu untuk membantu proses identifikasi apabila ditemukan korban yang belum diketahui identitasnya. Penyerahan sampel dilakukan di Tanjung Perak dan data tersebut juga disampaikan kepada tim DVI di Kalimantan serta Jawa Timur.
Agung menyebut langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan proses identifikasi dan pencocokan data apabila nantinya ditemukan korban dalam operasi pencarian. “Kami sudah menyerahkan DNA di Tanjung Perak. Data juga sudah diserahkan kepada tim DVI Kalimantan dan Jawa Timur agar bisa tersinkron,” katanya.
Menurut Agung, hingga memasuki hari ketujuh sejak kejadian, keluarga belum memperoleh hasil pasti mengenai keberadaan Farel. Ia mengatakan penyerahan DNA dan bukti pendukung lainnya dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila nantinya diperlukan dalam proses identifikasi di posko Tanjung Perak.
Baca Juga: Mikrobus Rombongan Fatayat NU Terguling di Tanjakan Cilongok Balapulang Tegal, 5 Luka-luka
Agung menjelaskan, Farel baru bergabung dengan KM Virgo Transport 8 sekitar satu pekan sebelum kejadian. Meski masih relatif baru di kapal tersebut, Farel disebut telah memiliki pengalaman di bidang pelayaran. Sebelumnya, ia pernah menjalani praktik atau bekerja di sejumlah kapal, termasuk kapal berbendera asing.
“Dia baru bergabung dengan kapal Virgo sekitar satu mingguan. Sebelumnya, dia juga sudah pernah berada di luar negeri dengan kapal China. Selain China, anak saya juga pernah melaut ke negara lainnya seperti Singapura, Papua Nugini hingga Afrika,” ungkapnya.
Kini, keluarga hanya berharap proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal dan perkembangan informasi disampaikan secara terbuka kepada keluarga.
“Kami masih berharap. Bisa saja ada yang tertolong tetapi belum terdata, atau diselamatkan nelayan lain tetapi informasinya belum sampai,” pungkasnya. ***