Tiga Saksi Sempat Berusaha Melerai, Kasus Anak Bacok Ayah di Pengarasan Brebes

Tiga saksi berusaha melerai saat dugaan pembacokan ayah oleh anak kandung terjadi di Desa Pengarasan, Bantarkawung, Brebes, hingga korban tewas.
BREBES, puskapik.com – Kasus dugaan pembacokan ayah kandung hingga tewas di Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, masih dalam penanganan polisi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga saksi sempat berusaha melerai saat peristiwa itu terjadi, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Saat kejadian sekitar pukul 08.00, ketiga saksi sedang menebang pohon jagung di lahan milik Fathudin. Dari jarak sekitar 30 meter, mereka melihat Iksan (83) dan anak kandungnya, Nasiun (57), sedang berbincang.
Namun, ketiganya tidak mengetahui isi percakapan tersebut. Tak lama kemudian, mereka melihat Iksan dalam posisi terlentang dan diduga dibacok oleh Nasiun. Ketiga saksi pun berusaha melerai.
Setelah kejadian itu, Nasiun meninggalkan kebun dan menuju rumah Kepala Desa Pengarasan, untuk menyerahkan diri.
Baca Juga: Tak Sekadar Tempat Hukuman, Lapas Plantungan Kendal Kenalkan Pembinaan Warga Binaan kepada Pelajar
Kades Pengarasan,Ahmad Nirom, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, saat itu dirinya sedang berada di sawah ketika mendapat telepon dari istrinya yang mengabarkan kedatangan Nasiun ke rumah.
“Saya sedang berada di sawah, kemudian ditelepon istri bahwa Nasiun ada di rumah,” kata Ahmad.
Setelah pulang, Ahmad mengaku mendapat pengakuan dari Nasiun bahwa telah membacok ayah kandungnya. Nasiun juga meminta kades mengecek kondisi korban di kebun.
“Dia bilang, tolong dicek ayah saya mati atau tidak. Tadi habis dibacok,” tutur Ahmad menirukan perkataan Nasiun.
Mendengar pengakuan itu, kades bersama sejumlah warga segera menuju kebun milik Iksan. Setibanya di lokasi, mereka mendapati korban sudah tergeletak dan tidak bernyawa.
Saat ditanya mengenai alasannya, Nasiun disebut mengaku sakit hati kepada ayahnya. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Bantarkawung untuk penanganan lebih lanjut. ***
Artikel Terkait

Kekeringan di Kertasari Tegal Makin Parah, Kader Gerindra Salurkan 4 Tangki Air Bersih

Tak Sekadar Tempat Hukuman, Lapas Plantungan Kendal Kenalkan Pembinaan Warga Binaan kepada Pelajar

150 KK Terdampak Kekeringan, Warga Tambahsari Limbangan Kendal Kini Punya Sumur Bor
