Tak Sekadar Tempat Hukuman, Lapas Plantungan Kendal Kenalkan Pembinaan Warga Binaan kepada Pelajar

Lapas Pemuda Plantungan mengenalkan program pembinaan warga binaan kepada anggota Pramuka SMKN 7 Kendal. Pelajar belajar tentang keterampilan, kemandirian, dan ketahanan pangan.
KENDAL, puskapik.com – Anggapan bahwa lembaga pemasyarakatan hanya identik dengan hukuman coba diluruskan melalui kunjungan edukatif anggota Pramuka SMK Negeri 7 Kendal ke Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Sabtu 10 oktober 2026.
Para siswa diajak mengenal langsung proses pembinaan warga binaan, termasuk program pertanian untuk mendukung ketahanan pangan.
Kunjungan yang didampingi pembina Pramuka, Bambang, tersebut dikemas dalam kegiatan outbound sekaligus pembelajaran di luar sekolah.
Baca Juga: 150 KK Terdampak Kekeringan, Warga Tambahsari Limbangan Kendal Kini Punya Sumur Bor
Para siswa mendapat penjelasan mengenai tugas dan fungsi pemasyarakatan serta upaya membekali warga binaan agar memiliki keterampilan dan kemandirian ketika kembali ke masyarakat.
Salah satu kegiatan yang diperkenalkan adalah program ketahanan pangan. Melalui kegiatan pertanian, warga binaan didorong untuk mengembangkan kemampuan produktif sekaligus memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Program tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Baca Juga: Anak Diduga Bacok Ayah Kandung hingga Tewas di Pengarasan Brebes
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., mengatakan kunjungan pelajar menjadi kesempatan untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai sistem pemasyarakatan.
“Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para siswa, khususnya mengenai tugas pemasyarakatan dan pembinaan warga binaan,” ujar Suharno.
Ia menjelaskan, berbagai program pembinaan diarahkan untuk membangun keterampilan, kemandirian, serta kesiapan warga binaan untuk kembali berbaur dengan masyarakat.
Menurut dia, pengenalan langsung kepada generasi muda juga penting agar mereka memahami bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan memperbaiki diri melalui proses pembinaan.
Sementara itu, pembina Pramuka SMK Negeri 7 Kendal, Bambang, mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar langsung di lingkungan lapas.
Menurut dia, pengalaman tersebut memberikan perspektif baru bagi pelajar tentang kehidupan di balik tembok pemasyarakatan, sekaligus mengenalkan berbagai kegiatan positif yang dijalani warga binaan.
“Kami dapat mengetahui bahwa warga binaan dibekali berbagai keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka setelah bebas dan kembali ke tengah masyarakat,” kata Bambang.
Selain menambah wawasan, kegiatan outbound juga dimanfaatkan untuk memperkuat karakter siswa. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan gotong royong menjadi bagian penting dalam kegiatan kepramukaan tersebut.
Melalui kunjungan ini, Lapas Pemuda Plantungan berharap pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memahami pentingnya pembinaan, kesempatan kedua, dan penerimaan sosial bagi mereka yang berupaya memperbaiki diri. **



