150 KK Terdampak Kekeringan, Warga Tambahsari Limbangan Kendal Kini Punya Sumur Bor

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13.36 WIB
Sumur bor yang ada di desa Tambahsari Limbangan Kendal akan cukupi air bersih warga disaat kemarau. (edhot)
Sumur bor yang ada di desa Tambahsari Limbangan Kendal akan cukupi air bersih warga disaat kemarau. (edhot)

Sebanyak 150 KK di Desa Tambahsari, Limbangan, Kendal, terdampak kekeringan. Kini, sumur bor sedalam hampir 100 meter senilai Rp110 juta diresmikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

KENDAL, puskapik.com – Setiap musim kemarau tiba, warga Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, harus menghadapi persoalan klasik, yakni berkurangnya pasokan air bersih.

Selama bertahun-tahun, warga mengandalkan mata air pegunungan yang debitnya menyusut saat hujan jarang turun hingga pemerintah desa harus meminta bantuan distribusi air bersih.

Kini, persoalan tersebut diharapkan bisa teratasi dengan pembangunan sumur bor sedalam hampir 100 meter.

Baca Juga: Anak Diduga Bacok Ayah Kandung hingga Tewas di Pengarasan Brebes

Fasilitas senilai Rp110 juta dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Arlisco Elektrika Perkasa itu diresmikan pada Sabtu 10 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan hari jadi Desa Tambahsari.

Kepala Desa Tambahsari, Maryadi, mengungkapkan, sedikitnya 150 kepala keluarga (KK) di dua dusun mengalami kesulitan air bersih ketika musim kemarau. Kondisi tersebut membuat warga belum bisa sepenuhnya mengandalkan sumber air yang tersedia di lingkungan desa.

Baca Juga: 824 Kafilah Kabupaten Tegal Adu Prestasi Olahraga dan Seni di Porsadin VIII Jateng

“Di desa kami ada dua dusun dan 150 KK terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih. Selama ini masih menggantungkan bantuan dari BPBD Kendal,” ungkap Maryadi.

Menurut dia, keberadaan sumur bor menjadi harapan baru bagi masyarakat. Selain menambah ketersediaan air, fasilitas tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan warga terhadap bantuan air bersih setiap tahun.

“Alhamdulillah ada bantuan sumur bor dari PT Arlisco Elektrika Perkasa. Ini bisa membantu kebutuhan air untuk warga kami,” katanya.

Direktur PT Arlisco Elektrika Perkasa, Arief Irawanto, mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah perusahaan menerima masukan mengenai kondisi warga dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan program CSR yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perusahaan memilih pembangunan sumur bor karena persoalan air bersih dinilai menjadi kebutuhan mendasar yang harus segera ditangani.

“Perusahaan tidak semata-mata mementingkan bisnis, tetapi juga ingin memberikan wujud nyata untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Arief.

Ia menjelaskan, dana Rp110 juta digunakan untuk pembangunan sumur bor beserta sarana pendukungnya. Dengan kedalaman hampir 100 meter, sumur tersebut diharapkan mampu menjadi sumber pasokan air bersih bagi warga, terutama ketika musim kemarau.

Peresmian fasilitas air bersih itu dilakukan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari. Bupati mengapresiasi langkah perusahaan yang turut membantu menyelesaikan persoalan kebutuhan dasar masyarakat melalui program CSR.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberadaan fasilitas tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik. Pemerintah desa dan masyarakat diminta bersama-sama menjaga sarana, menggunakan air secara bijak, serta memastikan pembagian manfaatnya berlangsung adil.

“Gunakan air secara bijak dan bentuklah sistem pengelolaan yang transparan serta gotong royong agar manfaatnya merata dan adil,” pesan Dyah.

Selain meresmikan sumur bor, Bupati Kendal juga meluncurkan rintisan wisata Kaliringin Park, berupa wisata susur Sungai Kali Ringin menggunakan ban atau tubing.

Pengembangan wisata ini menjadi upaya lain Desa Tambahsari untuk mengoptimalkan potensi alam yang dimiliki. Sungai dengan bebatuan alami dan panorama yang masih asri diharapkan mampu menarik pengunjung sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.

Dengan hadirnya fasilitas air bersih dan rintisan wisata tersebut, Desa Tambahsari diharapkan tidak hanya lebih siap menghadapi musim kemarau, tetapi juga mampu mengembangkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. **

Artikel Terkait