Kendal Kian Dilirik Investor, PT Foodindo Operasikan Pabrik Rp190 Miliar di KEK Kendal

Rabu, 22 Juli 2026 | 09.08
Peresmian pabrik baru di kawasan ekonomi khusus (KEK) kendal. (edhot)
Peresmian pabrik baru di kawasan ekonomi khusus (KEK) kendal. (edhot)

PT Foodindo Dwivestamas resmi beroperasi di KEK Kendal dengan investasi Rp190 miliar. Pabrik baru menyerap 150 tenaga kerja dan memperkuat industri pangan serta ekspor.

KENDAL, puskapik.com – Kabupaten Kendal kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu tujuan investasi unggulan di Indonesia.

Setelah memulai pembangunan melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Februari 2025, PT Foodindo Dwivestamas kini resmi mengoperasikan fasilitas produksi barunya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Beroperasinya pabrik tersebut menjadi bukti nyata kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Kendal yang didukung infrastruktur memadai, kemudahan perizinan, serta perkembangan kawasan industri yang terus tumbuh.

Baca Juga: DPRD Jateng Mulai Susun Keanggotaan Pansus Pemekaran Brebes Selatan

Realisasi investasi ini sekaligus memperkuat kapasitas produksi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

PT Foodindo Dwivestamas menanamkan investasi sebesar Rp190 miliar untuk membangun fasilitas produksi modern yang beroperasi penuh selama 24 jam.

Pabrik tersebut mampu menyerap sekitar 150 tenaga kerja dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 ton per tahun.

Baca Juga: Pesan Bupati Anom di Musda V Dekopinda Pemalang, Kebijakan Pemerintah Berikan Ruang Koperasi

Direktur PT Foodindo Dwivestamas, Lucky Rumengan, mengatakan pemilihan KEK Kendal sebagai lokasi ekspansi bukan tanpa alasan.

Menurutnya, Kendal memiliki lingkungan industri yang berkembang pesat dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui penyediaan infrastruktur serta kolaborasi antar pelaku industri.

"Kami memilih Kendal karena kawasan industri di sini berkembang sangat baik dan didukung pemerintah melalui infrastruktur yang memadai serta ekosistem industri yang terus bertumbuh. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing produk makanan Indonesia," ujarnya.

Lucky menegaskan, peresmian fasilitas produksi baru ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan yang berdiri sejak 2007 di Cikarang, Jawa Barat.

Dengan teknologi manufaktur yang lebih modern dan kapasitas produksi yang meningkat, Foodindo optimistis mampu memperluas pangsa pasar, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

"Peresmian fasilitas produksi ini menandai babak baru bagi Foodindo. Kami siap meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar ekspor, termasuk ke Arab Saudi dan Dubai. Kami percaya kehadiran pabrik di KEK Kendal akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang," katanya.

Ia menambahkan, pembangunan pabrik bukanlah tujuan akhir perusahaan. Yang lebih penting adalah membangun perusahaan yang mampu bertahan dan terus berkembang di tengah dinamika industri yang berubah cepat.

PT Foodindo Dwivestamas sendiri dikenal sebagai produsen saus, bumbu, dan seasoning yang melayani berbagai merek makanan nasional maupun internasional.

Melalui merek MYTASTE, perusahaan memproduksi beragam produk mulai dari sambal tradisional, saus Asia dan Barat, hingga bumbu marinasi yang dipasarkan melalui berbagai jaringan ritel modern di Indonesia.

Sementara itu, Executive Director PT Kawasan Industri Kendal, Juliani Kusumaningrum, menilai beroperasinya Foodindo menjadi sinyal positif bahwa investasi di KEK Kendal terus bergerak dari tahap pembangunan menuju tahap produksi.

"Beroperasinya PT Foodindo Dwivestamas menunjukkan semakin matangnya realisasi investasi di KEK Kendal. Ini membuktikan bahwa Kendal semakin dipercaya sebagai lokasi pengembangan industri, khususnya sektor makanan dan minuman yang memiliki pertumbuhan sangat baik di Jawa Tengah," ungkapnya.

Menurut Juliani, kehadiran Foodindo semakin memperkuat klaster industri pangan yang tengah dikembangkan di KEK Kendal.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang terhubung dalam rantai pasok industri, mulai dari pengolahan bahan baku, produksi bumbu dan seasoning, pengemasan hingga distribusi, akan tercipta efisiensi dan nilai tambah yang lebih besar.

"Kami berharap semakin banyak investor yang melihat potensi Kendal. Kehadiran Foodindo memperkuat fondasi klaster industri pangan di kawasan dan menjadi bukti bahwa KEK Kendal mampu menjadi rumah bagi perusahaan yang ingin tumbuh dan bersaing di pasar global," tegasnya.

Bertambahnya investasi baru di sektor makanan dan minuman semakin mengukuhkan KEK Kendal sebagai magnet investasi nasional.

Selain menciptakan lapangan kerja, penguatan ekosistem industri pangan di kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pangan Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.