Pasca Nataru, Harga Komoditas Pokok di Batang Mulai Stabil

Harga kebutuhan pokok di Batang pasca Nataru mulai stabil, cabai dan ayam turun, namun harga daging sapi justru mengalami kenaikan.
BATANG, puskapik.com – Pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga komoditas kebutuhan pokok khususnya bumbu dapur mulai normal kembali, setelah selama beberapa pekan lalu mengalami kenaikan harga yang cukup melejit.
Komoditas yang perlahan mulai mengalami penurunan di antaranya cabai rawit merah yang menjadi bumbu utama bagi sebagian masyarakat Kabupaten Batang yang sedang menggelar hajatan di bulan November hingga Desember 2025 lalu.
Menurut Laila, pedagang sayuran, harga komoditas bumbu dapur mulai turun perlahan setelah perayaan Natal dan pergantian tahun 2026. Komoditas yang turun cukup cepat yakni cabai rawit merah yang semula Rp50 ribu kini mulai stabil menjadi Rp40 ribu per kilogram.
“Naiknya waktu mau Natal sama tahun baru, sekarang sudah mulai normal lagi, termasuk hampir semua jenis sayur, harganya turun. Cuma sekarang yang sedang naik itu, cabai rawit hijau semula Rp40 ribu malah naik jadi Rp60 ribu per kilogram,” katanya saat ditemui di Pasar Induk Batang, Kabupaten Batang.
Komoditas lain yang ikut mengalami penurunan yakni ayam potong. Sebelumnya, harga ayam potong terus naik saat menjelang hingga puncak perayaan Nataru, namun kini mulai stabil kembali. Ia mengaku, pada awal 2026 harga ayam potong mulai turun Rp2.000,00.
“Ya mulai hari ini harga ayam mulai turun dari Rp42 ribu jadi Rp40 ribu per kilogram. Tapi bisa jadi waktu menjelang lebaran harga bisa kembali naik karena banyaknya permintaan,” jelasnya.
Meski hampir seluruh komoditas mulai kembali normal, kondisi berbeda justru terjadi pada harga daging sapi yang merangkak naik. Pedagang daging, Lilis, membenarkan adanya kenaikan harga di awal 2026 akibat harga sapi hidup yang mengalami kenaikan.
“Waktu Natal kemarin permintaan justru meningkat dua kali lipat karena bersamaan liburan, harganya juga stabil Rp120 ribu. Tapi mulai hari ini harganya jadi Rp125 ribu per kilogram, karena harga sapinya sudah mahal,” ungkapnya.
Diakuinya, kenaikan harga daging ini berdampak pada penurunan omzet. Jika sebelumnya saat Nataru mampu menjual hingga dua kuintal, kini hanya sekitar satu kuintal.
“Kalau dihitung pertengahan Desember 2025 omzetnya bisa Rp12 juta, sekarang bisa turun setengahnya,” ujarnya.
Para pedagang memprediksi harga daging sapi akan kembali mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kalau pas Ramadan harganya kemungkinan masih normal, tapi menjelang lebaran bisa naik jadi Rp150 ribu sampai Rp160 ribu per kilogram,” tandasnya. **


