Pantai Indah Kemangi Kendal, Dari Wisata Pantai Menjadi Penopang Kemandirian Desa Jungsemi

Kamis, 30 Juli 2026 | 18.33
Keindahan pantai indah kemangi di Desa Jungsemi Kangkung Kendal. (edhot)
Keindahan pantai indah kemangi di Desa Jungsemi Kangkung Kendal. (edhot)

Pantai Indah Kemangi di Kendal menghasilkan sekitar Rp1 miliar per tahun. Pendapatannya dikelola BUMDes untuk pendidikan, layanan sosial, UMKM, dan pembangunan desa.

KENDAL, puskapik.com – Siapa sangka, dari tiket masuk seharga Rp5.000, sebuah destinasi wisata desa di Kabupaten Kendal mampu menghadirkan manfaat besar bagi masyarakatnya.

Pantai Indah Kemangi (PIK) di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, kini tak hanya menjadi tujuan wisata favorit, tetapi juga menjadi penopang kemandirian desa melalui pengelolaan berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sejak dikelola BUMDes pada 2018, Pantai Indah Kemangi mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp1 miliar setiap tahunnya.

Baca Juga: Pemprov Jateng Mulai Sisihkan Anggaran untuk Pilgub 2029, Jaga Fiskal Tetap Sehat

Hasil pengelolaan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Desa Jungsemi.

Manajer Pantai Indah Kemangi, Sulton, mengatakan objek wisata yang berada di pesisir utara Kabupaten Kendal itu rata-rata dikunjungi sekitar 4.000 wisatawan setiap bulan.

Dengan harga tiket masuk yang terjangkau dan sudah termasuk biaya parkir, kawasan wisata mampu memperoleh pemasukan sekitar Rp150 juta hingga Rp160 juta setiap bulannya.

Baca Juga: Bantuan Pompa Air Buka Peluang Tambah Masa Tanam Petani Kendal

"Kalau dihitung dalam setahun, pemasukan kami sekitar Rp1 miliar. Tetapi kami hanya efektif buka sekitar 10 bulan karena saat Ramadan dan musim hujan ekstrem kawasan wisata ditutup," katanya, Kamis (30/7/2026).

Berbeda dengan sejumlah destinasi wisata lainnya, hasil pengelolaan Pantai Indah Kemangi tidak semata-mata digunakan untuk pengembangan fasilitas wisata. Sebagian besar pendapatan justru dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program desa.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional lembaga pendidikan keagamaan dan anak usia dini, seperti Madrasah Diniyah, TPQ, Kelompok Bermain, PAUD hingga taman kanak-kanak.

Bahkan, warga Desa Jungsemi tidak dikenakan biaya pendidikan untuk jenjang tersebut.

Tak hanya itu, pengelolaan Pantai Indah Kemangi juga turut membiayai berbagai layanan sosial di masyarakat, mulai dari jasa penggali kubur, petugas yang memandikan jenazah hingga santunan sosial bagi warga yang membutuhkan.

Keberadaan wisata desa ini juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait