Tradisi Pasar Kembang Weleri, Berburu Bunga Sehari Jelang Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 | 15.45
Warga di Kendal memilih bunga untuk hiasan di saat lebaran. (edhot)
Warga di Kendal memilih bunga untuk hiasan di saat lebaran. (edhot)

Pasar Kembang Weleri ramai sehari jelang Lebaran, warga berburu bunga hias untuk rumah dan tradisi ziarah, tetap lestari dari generasi ke generasi.

KENDAL,puskapik.com – Tradisi berburu bunga hias sehari sebelum Hari Raya Idulfitri masih terus dijaga warga Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Tradisi yang dikenal dengan “Pasar Kembang” ini menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan menyambut Lebaran, sekaligus warisan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Sehari menjelang Idulfitri, ribuan warga memadati kawasan Pasar Weleri untuk membeli berbagai jenis bunga hias.

Baca Juga: Tragis! Motor Tabrak Rak Bensin Eceran di Kajen, Pengendara Alami Luka Bakar 100 Persen

Mereka rela berdesakan sejak pagi hari, bahkan usai sahur, demi mendapatkan bunga favorit seperti krisan, mawar, hingga sedap malam.

Pasar Kembang sendiri digelar hanya sehari sebelum Lebaran. Warga dari berbagai daerah datang sejak dini hari untuk berburu bunga yang akan digunakan sebagai hiasan rumah saat hari raya.

Kehadiran bunga dipercaya mampu menghadirkan suasana segar dan wangi di dalam rumah saat momen silaturahmi berlangsung.

Baca Juga: Tragis, Pemudik Tewas Ditabrak Saat Cek Bumper Mobil di Tol Pemalang

Para pedagang bunga telah lebih dulu datang sejak malam hari, bahkan mulai pukul 23.00 WIB. Mereka menggelar dagangan di sepanjang jalan sekitar pasar, menciptakan suasana khas yang ramai dan semarak.

Tradisi ini telah berlangsung selama puluhan tahun. Awalnya, Pasar Kembang hanya menyediakan bunga tabur untuk kebutuhan ziarah makam. Namun seiring waktu, jenis bunga yang dijual semakin beragam, termasuk bunga potong untuk hiasan rumah.

Bunga sedap malam, krisan, dan mawar menjadi primadona dalam tradisi ini. Selain mempercantik ruang tamu, bunga-bunga tersebut juga memberikan aroma harum yang menambah kenyamanan bagi tamu yang datang bersilaturahmi.

Sejumlah warga mengaku selalu membeli bunga setiap menjelang Lebaran. Bagi mereka, tradisi ini bukan sekadar membeli hiasan, tetapi juga menghadirkan nuansa khas yang menenangkan.

“Setiap tahun pasti beli bunga. Harumnya bikin rumah terasa lebih segar saat Lebaran,” ujar Devi, salah satu pembeli bunga.

Hal senada disampaikan Zeva, warga lainnya, yang menganggap bunga sebagai bagian dari tradisi keluarga dalam menyambut hari raya.

Di sisi lain, pedagang bunga mengaku momentum Pasar Kembang menjadi kesempatan meningkatkan penjualan. Harga bunga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp40 ribu per ikat.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait