17.500 Pedagang Bakso di Jateng Didorong Naik Kelas, Sertifikasi Halal Jadi Kunci

Jumat, 17 April 2026 | 19.52
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi

17.500 pedagang bakso di Jateng didorong naik kelas lewat sertifikasi halal, pembiayaan, dan pendampingan guna memperkuat daya saing usaha mikro.

SEMARANG, puskapik.com - Ribuan pedagang bakso di Jawa Tengah didorong naik kelas melalui penguatan usaha, percepatan sertifikasi halal, dan akses pembiayaan.

Langkah ini dinilai penting untuk diarahkan sebagai tulang punggung rkonomi mikro yang lebih terstandar, berdaya saing, dan mampu menembus pasar lebih luas.

Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri silaturahmi dan halal bihalal Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Nusantara Bersatu, Jawa Tengah, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: IBN Tegal Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru, Ini Biaya Pendidikan dan Dana Pembangunan

Ia menegaskan, profesi pedagang bakso tidak bisa dipandang sebelah mata karena telah terbukti mampu mengangkat kesejahteraan keluarga.

“Pedagang bakso di Jateng ini merupakan pegiat ekonomi mikro yang jumlahnya paling besar. Lihatlah hasil jerih payahnya. Banyak penjual bakso yang anaknya bisa sukses,” ujar Ahmad Luthfi.

Di Jawa Tengah, Apmiso mencatat sekitar 17.500 anggota, menjadikannya salah satu kekuatan ekonomi mikro yang signifikan.

Baca Juga: Kasdim 0711 Pemalang Serahkan 50 Unit Kendaraan Operasional untuk KDKMP

Menurut Ahmad Luthfi, usaha bakso juga menjadi pilihan cepat bagi masyarakat untuk bangkit secara ekonomi, termasuk bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ia menekankan pentingnya intervensi pemerintah agar pelaku usaha tidak stagnan di level kecil.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait