Ahmad Luthfi: Tegal Business Forum Harus Lahirkan Investasi Bukan Seremoni

Selasa, 21 Juli 2026 | 20.20
puskapik

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan Tegal Business Forum 2026 harus menghasilkan investasi, kerja sama, dan lapangan kerja, bukan sekadar agenda seremonial.

TEGAL, puskapik.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan agar Tegal Business Forum 2026 tidak berhenti sebagai ajang seremonial.

Ia menegaskan forum bisnis harus menghasilkan kesepakatan nyata berupa investasi, kerja sama, hingga pembukaan lapangan kerja yang dapat diukur manfaatnya bagi masyarakat.

“Business forum harus berorientasi pada hasil, jangan hanya orientasi kegiatan. Harus ada yang dijual kepada pelaku usaha, kemudian ada MoU atau kerja sama, sehingga hasilnya jelas dan dapat diukur,” kata Luthfi saat membuka Tegal Business Forum 2026 di Shangri-la Land Convention Hall, Kota Tegal, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: 18 Tahun Vakum, Tegal Punya RS Swasta Baru untuk Layanan Kesehatan di Pantura Barat

Menurut Luthfi, di tengah tekanan ekonomi global dan keterbatasan fiskal pemerintah, daerah tidak lagi bisa mengandalkan APBD sebagai motor utama pembangunan.

Pemerintah daerah harus mampu menghadirkan investasi baru melalui promosi potensi daerah dan kemudahan berusaha.

Ia mengungkapkan, APBD Provinsi Jawa Tengah sekitar Rp 23 triliun harus dibagi untuk memenuhi berbagai kebutuhan di 35 kabupaten/kota, mulai dari pelayanan dasar hingga pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Gubernur Jateng Dorong Tegal Jadi Magnet Investasi, Bank Jateng Siap Topang Pertumbuhan

Karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

“Di tengah geopolitik dunia dan keterbatasan fiskal, pejabat publik harus kreatif mencari sumber pertumbuhan baru. Caranya dengan menumbuhkan ekonomi baru di wilayah melalui investasi dan kolaborasi,” ujarnya.

Luthfi juga meminta setiap kepala daerah bertransformasi menjadi “marketing manager” bagi wilayahnya. Menurutnya, bupati dan wali kota harus mampu menawarkan potensi daerah, memberikan kepastian kepada investor, sekaligus menyelesaikan berbagai hambatan investasi.

Ia menilai Kota Tegal memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Pantura bagian barat. Potensi sektor maritim, perdagangan, jasa, kuliner, hingga kewirausahaan perlu dikemas menjadi peluang investasi yang menarik bagi pelaku usaha.

Konsep tersebut, lanjutnya, sejalan dengan strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di setiap wilayah eks-karesidenan agar saling terhubung dan memperkuat perekonomian regional.

Optimisme itu didukung capaian investasi Jawa Tengah yang terus meningkat. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp 110,64 triliun dengan penyerapan lebih dari 418 ribu tenaga kerja.

Sementara pada Triwulan I 2026, investasi kembali mencapai Rp 23,02 triliun dengan penyerapan sekitar 92 ribu tenaga kerja, disertai pertumbuhan ekonomi 5,89 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 5,61 persen.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait