Aktivitas Meningkat, Radius Aman Gunung Slamet Meluas Jadi 3 Kilometer

Minggu, 5 April 2026 | 18.53
Puncak Gunung Slamet/Ilustrasi/Istimewa
Puncak Gunung Slamet/Ilustrasi/Istimewa

Puncak Gunung Slamet dengan aktivitas meningkat, suhu kawah naik dan gempa vulkanik intens, PVMBG tetapkan radius aman diperluas menjadi 3 kilometer

PEMALANG, puskapik.com – Aktivitas vulkanik Gunung Slamet belakangan kembali menunjukkan peningkatan yang memicu kekhawatiran. Suhu kawah melonjak dan gempa vulkanik makin intens. Radius aman pun kini ditambah.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) baru-baru ini memutuskan untuk memperluas radius aman di sekitar kawah puncak Gunung Slamet dari semula 2 kilometer menjadi 3 kilometer.

Langkah tersebut diambil menyusul laporan terbaru per 4 April 2026 yang mencatat adanya lonjakan aktivitas dalam beberapa pekan terakhir. Indikasi peningkatan ini bahkan telah terdeteksi sejak akhir Maret.

Baca Juga: Bupati Pemalang Gelar Halalbihalal, Eksekutif, Legislatif, dan Parpol

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Muhammad Rusdi, menyebut bahwa gejala awal terlihat dari munculnya gempa berpola yang kemudian diperkuat oleh hasil pemantauan menggunakan drone.

“Terindikasi adanya kenaikan suhu yang cukup signifikan di area kawah,” terang Rusdi, Sabtu 4 April 2026.

Berdasarkan data PVMBG, suhu di kawah Gunung Slamet mengalami kenaikan drastis, dari sekitar 247,4 derajat Celcius pada September 2024 menjadi 463 derajat Celcius per 3 April 2026.

Baca Juga: Jelang Akhir Masa Jabatan, Pengurus PKB Pemalang Pamit ke Kader dan Kyai

Selain itu, aktivitas embusan gas putih setinggi 300 meter juga teramati keluar dari kawah. Kondisi ini mengindikasikan proses degassing atau pelepasan gas magmatik dari dalam tubuh gunung.

Dalam rentang 16 Maret hingga 3 April 2026, tercatat ratusan kejadian gempa embusan dan gempa frekuensi rendah.

Meski fluktuatif, intensitasnya menunjukkan tren meningkat, menandakan tekanan gas magmatik yang semakin kuat serta adanya indikasi pergerakan magma ke kedalaman yang lebih dangkal.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengingatkan, bahwa potensi erupsi tetap terbuka. Dampak yang mungkin terjadi seperti hujan abu vulkanik, lontaran material pijar di sekitar puncak, hujan lumpur, hingga gas beracun berkonsentrasi tinggi.

Wilayah terdampak meliputi kawasan sekitar lereng Slamet, seperti Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, hingga Brebes.

Kendati demikian, status Gunung Slamet masih berada di Level II atau Waspada. Masyarakat, termasuk pendaki dan wisatawan, diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah.

PVMBG juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Jika membutuhkan informasi terkini, masyarakat bisa menghubungi petugas resmi atau BPBD setempat.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait