Antisipasi Krisis Air Bersih, PMI Kendal Mulai Operasi Penanganan Kekeringan

PMI Kendal memulai operasi penanganan kekeringan dengan menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada 48 KK di Patean serta menyiapkan layanan kesehatan selama musim kemarau.
KENDAL, puskapik.com – Memasuki musim kemarau, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kendal mulai menggelar operasi kemanusiaan penanganan bencana kekeringan.
Sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Dusun Pilangsari, Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, yang terdampak kekeringan sebagai langkah awal pelayanan kemanusiaan PMI di Kabupaten Kendal.
Distribusi air bersih tersebut menjadi penyaluran perdana yang dilakukan PMI Kabupaten Kendal pada musim kemarau tahun ini.
Baca Juga: Dirut Baru PDAM Pemalang Janji Optimalkan Pelayanan, Atasi Air Mati
Bantuan disalurkan melalui dua kali pengiriman menggunakan armada tangki air dan menjangkau 48 kepala keluarga atau 198 jiwa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, sebelumnya menegaskan bahwa PMI akan melaksanakan operasi penanganan kekeringan secara berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia selama 10 bulan ke depan.
"Kita akan operasi 10 bulan dengan target 1 juta kubik air untuk masyarakat di seluruh Indonesia," ujar Jusuf Kalla.
Baca Juga: Dua Rumah Milik Warga Sumberagung Weleri Kendal Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta
Sejalan dengan komitmen tersebut, PMI Kabupaten Kendal akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan.
Ketua PMI Kabupaten Kendal menyampaikan, penyaluran air bersih di Desa Sidodadi merupakan langkah awal dari operasi kemanusiaan yang akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung.
PMI juga telah menyiapkan mekanisme koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk menentukan lokasi prioritas distribusi air bersih.
Tidak hanya menyalurkan air bersih, PMI Kabupaten Kendal juga akan menghadirkan layanan kesehatan melalui kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) di wilayah terdampak kekeringan.
Masyarakat akan mendapatkan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan air bersih secara bijak, serta pencegahan berbagai penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan pelayanan kemanusiaan yang lebih komprehensif kepada masyarakat.


