Bank Jateng Ingin Jadi “Bank Sejuta Umat”, Salurkan Rp 279 Miliar ke 1.100 Debitur UMKM dan Rumah

Bank Jateng menyalurkan kredit Rp279,1 miliar kepada 1.100 debitur dalam Gebyar Fest 81. Pembiayaan menyasar UMKM, masyarakat berpenghasilan rendah, dan perumahan.
SEMARANG, puskapik.com - Bank Jateng menyalurkan kredit senilai Rp279,1 miliar kepada 1.100 debitur dalam rangkaian Gebyar Fest 81.
Penyaluran tersebut menyasar pelaku usaha kecil, masyarakat berpenghasilan rendah, hingga kebutuhan kendaraan dan perumahan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, momentum Gebyar Fest 81 harus menjadi titik penguatan peran Bank Jateng sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat sekaligus penggerak perekonomian daerah.
Baca Juga: Sensus Ekonomi di Brebes Capai 94 Persen, Kualitas Data Jadi Perhatian
“Kita kembangkan Bank Jateng menjadi bank sejuta umat yang dekat dan dimiliki oleh masyarakat,” kata Ahmad Luthfi saat membuka Gebyar Fest 81 di Kantor Pusat Bank Jateng, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Rabu (12/8/2026).
Gebyar Fest 81 digelar serentak pada 12-16 Agustus 2026 di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Rangkaian kegiatan berlangsung di 44 kantor cabang Bank Jateng yang tersebar di Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Yogyakarta, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Tari Kamir Tampil Memukau di Festival Kamir Mulyoharjo Pemalang
Sejumlah agenda digelar dalam kegiatan tersebut, mulai pameran UMKM binaan Bank Jateng, peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga akad kredit massal bagi 1.100 debitur.
Luthfi menegaskan, ekspansi pembiayaan Bank Jateng harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Kredit tidak boleh hanya terkonsentrasi pada sektor tertentu, tetapi harus menjangkau berbagai lapisan dan aktivitas ekonomi.
“Kredit yang diberikan harus menyentuh semua lini. Mulai padat karya sampai padat modal, dari kawasan industri sampai UMKM, kredit perumahan sampai kredit motor dan mobil,” ujarnya.
Menurut dia, semakin luas akses pembiayaan, semakin besar pula kontribusi Bank Jateng dalam menggerakkan perekonomian dari tingkat provinsi hingga desa.
Karena itu, Luthfi berharap Bank Jateng tidak sekadar menjadi institusi perbankan milik pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bank yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kita arahkan agar Bank Jateng menjadi kebanggaan masyarakat sehingga ada rasa memiliki dari masyarakat untuk membangun daerah,” katanya.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, mengatakan, Gebyar Fest 81 bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperluas akses pembiayaan, sekaligus mendorong masyarakat dan pelaku usaha meningkatkan kapasitas ekonominya.


