Bantu Entas Kemiskinan, PKK Jateng dan Baznas Adakan Pelatihan Usaha Produktif

Selasa, 25 Agustus 2026 | 18.56
puskapik

TP PKK dan Baznas Jateng menggelar pelatihan usaha boga bagi kader dari desa miskin ekstrem. Program ini mendorong keterampilan, usaha produktif, dan peningkatan ekonomi keluarga.

SEMARANG, puskapik.com - Tim Penggerak PKK bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui pelatihan usaha produktif.

Program itu menjadi salah satu upaya membantu keluarga penerima manfaat mengasah keterampilan, mengembangkan usaha, dan meningkatkan pendapatan.

Terbaru, TP PKK dan Baznas Jateng, menggelar pelatihan UMKM bidang usaha boga, yang diikuti ratusan kader PKK dari berbagai desa miskin ekstrem.

Baca Juga: Kurang 19 Hari MTQ Nasional di Jawa Tengah, Taj Yasin: Persiapan Sudah 80-90 Persen

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, pada 22-24 Agustus 2026, di Gedung D'Elang, Jl Elang Raya No 2 Semarang.

Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari program yang terus dijalankan bersama Baznas.

Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan mengolah berbagai bahan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga: Saat Ayam Hidup Jadi Barang Tukaran dalam Tradisi Weh-Wehan Kaliwungu Kendal

"Ini sudah program kontinyu dengan Baznas. Pada kali ini kita banyak melihat tadi hasil-hasilnya. Ada pengolahan ikan. Ada kulit ikan menjadi kerupuk dan lain sebagainya," katanya, seusai menutup kegiatan, Senin (24/8/2026).

Menurut Nawal, pelatihan usaha boga juga diharapkan dapat memperkuat program Kapulaga (Kelompok Usaha Berbasis Keluarga). Melalui program tersebut, kader PKK didorong untuk membangun dan mengembangkan kelompok usaha bersama.

Pelatihan menyasar kader PKK dari desa miskin ekstrem. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Nawal menegaskan, pelatihan tidak boleh berhenti pada pemberian keterampilan. Peserta juga membutuhkan pendampingan, agar usaha yang dikembangkan dapat memenuhi berbagai persyaratan, termasuk izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan sertifikat halal.

Istri Wagub Jateng ini berharap, keterampilan usaha yang diperoleh dapat mendorong kader PKK menjadi wirausahawan, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap meningkatkan kemandirian ekonomi.

"Jadi harapan yang pertama itu kita bisa mewujudkan kader PKK ini memiliki menjadi wirausahawan. Kedua, ini bisa bertransformasi, bukan hanya menjadi mustahik, nantinya bisa bertransformasi menjadi muzakki. Dan bagaimana bisa meningkatkan pendapatan keluarga," bebernya.

Sejalan dengan upaya tersebut, Nawal berharap pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat turut mendorong penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah, yang juga menjadi program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen. Dia menyebut angka kemiskinan Jawa Tengah berada di angka 9,39 persen pada 2025, dan berharap dapat kembali menurun tahun ini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait