Bau Busuk dari Bangunan Calon Dapur SPPG, Mayat Pria Terborgol Ditemukan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 16.11 WIB
Polisi lakukan olah TKP di penemuan mayat di bangunan kosong di jalan lingkar Kaliwungu. (edhot)
Polisi lakukan olah TKP di penemuan mayat di bangunan kosong di jalan lingkar Kaliwungu. (edhot)

Mayat pria tanpa identitas ditemukan membusuk di bangunan kosong Jalan Lingkar Kaliwungu, Kendal. Tangan korban terborgol dan terikat pada teralis jendela.

KENDAL, puskapik.com – Bau busuk yang menyengat dari sebuah bangunan di Jalan Lingkar Kaliwungu, Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, berujung pada penemuan mayat laki-laki tanpa identitas, Selasa 6 Oktober 2026.

Jasad ditemukan di lantai dua bangunan yang disiapkan sebagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Yang membuat warga dan polisi terkejut, tangan kiri korban dalam kondisi terborgol dan terikat pada teralis jendela.

Baca Juga: KPK Apresiasi Sekolah Berintegritas Jateng, Ahmad Luthfi: Cegah Korupsi Sejak Sekolah

Jasad korban diperkirakan telah beberapa hari berada di lokasi hingga kondisinya membusuk.

Warga sebenarnya sempat mendapat informasi mengenai keberadaan mayat tersebut sejak Sabtu (3/10).

Saat itu, sekelompok anak punk yang keluar dari bangunan tersebut memberitahu tukang parkir bahwa ada mayat di dalam.Namun, informasi tersebut tidak segera dipercaya.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Tata Ulang Kawasan Stadion Mochtar Pemalang

“Anak-anak punk itu mengabarkan kepada tukang parkir kalau ada mayat. Tetapi dianggap hanya guyonan sehingga tidak dicek,” kata Eko Mulyono, warga setempat.

Seiring berjalannya waktu, bau menyengat mulai tercium warga. Bau tersebut semakin kuat dan diduga berasal dari bangunan milik Hasan Masturi yang disewa untuk dapur SPPG, tetapi belum beroperasi.

Eko yang penasaran kemudian mengajak Ketua RW dan sejumlah warga untuk memeriksa bangunan. Dari lantai dua, mereka menemukan jasad seorang pria tergeletak dalam kondisi sudah membusuk.

“Karena baunya semakin tidak sedap, saya mengajak Pak RW dan warga mengecek. Ternyata benar ada mayat di lantai dua,” ujarnya.

Ketua RW setempat, Budiono, mengaku langsung melihat kondisi korban yang cukup mengenaskan. Selain tangan korban terborgol pada teralis, bercak darah juga terlihat di lantai sekitar jasad.

“Tangan korban terborgol dengan teralis jendela. Di lantai sekitar mayat juga banyak bercak darah,” ungkapnya.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Brangsong. Tim Inafis bersama Satreskrim Polres Kendal langsung mendatangi lokasi dan memasang garis polisi.

Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan dua bilah pisau dapur dan sebuah gunting. Polisi juga menemukan sandal yang terdapat bercak darah di sekitar lokasi.

Sejumlah temuan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan polisi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di dalam bangunan tersebut. Polisi belum memberikan keterangan mengenai identitas maupun penyebab kematian korban.

Polres Kendal juga berkoordinasi dengan Jatanras dan Inafis Polda Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di lokasi.

Sementara jasad pria yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun itu dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk menjalani autopsi.

Hasil autopsi dan pemeriksaan tempat kejadian diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian serta identitas korban yang hingga kini masih menjadi misteri.

Artikel Terkait