Pemerintah Bakal Tata Ulang Kawasan Stadion Mochtar Pemalang

Pemkab Pemalang berencana menata ulang kawasan Stadion Mochtar untuk meningkatkan keamanan, mempercantik kawasan, serta mengoptimalkan potensi PAD dari parkir dan kios.
PEMALANG, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang berencana menata ulang kawasan Stadion Mochtar untuk meningkatkan keamanan, mempercantik kawasan, sekaligus mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).
Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Pemalang, Kepala Nur Aji Mugi Harjono, membenarkan ihwal rencana penataan kawasan stadion itu.
Baca Juga: Komisi I DPRD Tegal Dukung Bulan Bahasa, Dorong Pelajar Jaga Bahasa Indonesia
"Tujuan penataan yang pertama adalah untuk meningkatkan keamanan, yaitu dengan membangun gap parkir, jadi keluar masuknya terkontrol." kata Aji saat ditemui puskapik.com, Selasa 6 Oktober 2026.
"Kemudian kita ingin ada ikon baru, untuk Pemalang lebih tertata, lebih rapih yaitu di Stadion Mochtar, nanti (tempat) kulinernya kita bagusin, lantainya kita bagusin," terangnya.
Disisi lain, penataan kawasan stadion kebanggan warga Pemalang tersebut juga menjadi langkah pemerintah untuk mendongkrak pendapatan asli daerah, mengingat dana transfer dari pusat kian minim.
Baca Juga: Bupati Tegal Tekankan Pentingnya Peran Keluarga Jaga Integritas Pejabat
Maka itu, pemerintah harus memutar otak untuk menggali potensi PAD. Upaya meningkatkan pendapatan asli daerah tersebut juga didorong oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemalang.
"Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat dua tahun terakhir turun, sehingga pada tahun 2025 kemarin diamanatkan bagaimana ada inovasi-inovasi untuk meningkatkan PAD." jelasnya.
Diduga Ada Kebocoran PAD Parkir di Kawasan Stadion Mochtar
Selama ini, pendapatan asli daerah dari parkir di kawasan Stadion Mochtar pun belum optimal. Padahal, potensi pendapatan daerah dari parkir di stadion cukup besar, apalagi saat ada event.
"Informasi dari Dishub, sementara ini setoran dari parkir saja itu Rp 600 ribu per-bulan, di seluruh kawasan itu." kata Nur Aji Mugi Harjono.
"Kalau kita hitung masterplan, itu kalau lagi ada event sepeda motor roda dua saja bisa masuk 500 unit. Itu belum mobilnya." sambungnya.
Tidak hanya parkir, penataan juga bakal menyasar kios-kios di kawasan Stadion Mochtar. Dalam hal ini, pemerintah sudah melakukan apraisal untuk menentukan harga sewa kios di kawasan stadion.
"Kemudian terkait penghuni ruko, kemarin sudah kita lakukan apraisal, dan siang ini akan kita sosialisasikan kepada para pedagang." kata Nur Aji Mugi Harjono.
"Karena apraisal itu menjadi dasar kita terbuka, kita bisa lebih prudent, misalnya ada audit, 'itu dasarnya apa sewa ruko segini?', itu dasarnya apraisal yang dilakukan KPKNL." jelasnya. **



