Bupati Tegal Tekankan Pentingnya Peran Keluarga Jaga Integritas Pejabat

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga integritas pejabat publik melalui Workshop Kepemimpinan Integritas 2026.
TEGAL, puskapik.com – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, menegaskan bahwa keterlibatan keluarga sangat penting dalam menjaga integritas pejabat publik.
Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Workshop Program Peningkatan Kompetensi Kepemimpinan Integritas Tahun 2026 di Karlita Hotel, Kota Tegal, Senin, 5 Oktober 2026.
Acara yang diikuti oleh para kepala perangkat daerah dan pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) beserta pasangan masing-masing ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Baca Juga: Taman Median Perlu Dirawat, UPT DPLH Bumiayu: Kami Tak Punya Mobil Tangki
"Integritas tidak hanya dibentuk di ruang kerja, tetapi bermula dari rumah. Keluarga adalah benteng pertama yang menjaga kita tetap lurus," tegas Ischak.
Menurut Ischak, pelayanan publik yang prima hanya lahir dari pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Ia menekankan bahwa sistem terbaik sekalipun tidak akan cukup tanpa adanya keyakinan, daya nalar, dan keberanian moral dari para pemimpinnya.
Baca Juga: Polisi Ungkap Hasil Penyelidikan Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang
Ischak berharap kegiatan ini dapat langsung diterapkan ke dalam budaya kerja, bukan sekadar menjadi pemahaman konseptual.
Inspektur Kabupaten Tegal, Nurhapid Junaedi, menjelaskan bahwa workshop berdurasi 18 jam pelajaran (JP) ini berlangsung selama dua hari, 5–6 Oktober 2026.
Tujuannya adalah menanamkan nilai antikorupsi agar para peserta mampu menjadi agen perubahan (agent of change) serta teladan (role model) di lingkungan kerja maupun keluarga.
Materi pelatihan yang diberikan meliputi internalisasi integritas, analisis delik tindak pidana korupsi, pengendalian gratifikasi, fraud risk assessment (penilaian risiko kecurangan), hingga penyusunan rencana aksi tindak lanjut.
Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan KPK RI dan Kompak API Jawa Tengah.
Langkah Pemerintah Kabupaten Tegal ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Satuan Tugas Akademi Integritas pada Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK RI, Swasti Putri Mahatmi.
"Kabupaten Tegal menjadi pemerintah daerah pertama yang menginisiasi kegiatan penguatan integritas kepemimpinan ini. Praktik baik dari Kabupaten Tegal ini akan kami jadikan percontohan untuk disebarluaskan ke daerah-daerah lain," kata Swasti.
Swasti mengingatkan bahwa besarnya wewenang berbanding lurus dengan tanggung jawab.
Oleh karena itu, ia meminta komitmen yang ditandatangani para peserta benar-benar lahir dari hati demi membawa dampak nyata pada sistem organisasi, bukan sekadar menjadi seremonial belaka.
Sebagai bentuk sinergi antarwilayah, workshop ini turut dihadiri oleh Inspektur dari enam daerah tetangga, yaitu Kota Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. **



