Bencana Jadi Momentum Menguatkan Persatuan, Ini Pesan Anggota MPR RI

Anggota MPR RI Firnando H. Ganinduto mengajak masyarakat memperkuat gotong royong dan persatuan dalam menghadapi bencana melalui Sosialisasi 4 Pilar.
KENDAL,puskapik.com – Bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah Indonesia menjadi pengingat bahwa penanganan bencana bukan semata tanggung jawab pemerintah. Kepedulian dan gotong royong masyarakat dibutuhkan untuk membantu warga yang terdampak.
Hal itu disampaikan Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, Firnando H. Ganinduto, saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama masyarakat di Ballroom Hotel Sae Inn Kendal.
Menurut Firnando, berbagai bencana seperti kebakaran hutan dan lahan, banjir, tanah longsor hingga gempa bumi membutuhkan respons bersama. Nilai-nilai kebangsaan, kata dia, dapat menjadi landasan dalam membangun kepedulian tersebut.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bingkisan, PMI Kendal Dorong Warga Rutin Donor Darah
“Ketika terjadi bencana yang kita butuhkan bukan hanya kesiapan pemerintah, tetapi juga kepedulian dan gotong royong masyarakat. Di sinilah nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus hadir dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Firnando.
Ia menjelaskan, nilai kemanusiaan dalam Pancasila dapat diwujudkan dengan membantu masyarakat yang terdampak bencana tanpa melihat perbedaan latar belakang. Sementara semangat persatuan diperlukan untuk memperkuat solidaritas ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Firnando menilai, penerapan nilai tersebut penting karena bencana tidak mengenal batas wilayah maupun kelompok masyarakat. Ketika musibah terjadi, kepedulian antarwarga menjadi salah satu kekuatan dalam membantu proses penanganan dan pemulihan.
Dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Firnando juga mengingatkan kembali empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Menurutnya, pemahaman terhadap empat pilar tersebut tidak cukup berhenti pada hafalan. Nilai-nilainya perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: Jurnalis dan Forkopimda Kendal Nyalakan Lilin untuk Lima Wartawan yang Hilang
“Kita berharap 4 Pilar MPR RI tidak hanya dihafalkan, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan kita. Ketika ada bencana, mari kita hadir dengan kemanusiaan, menjaga persatuan, saling membantu dan bersama-sama menjaga Indonesia,” katanya.
Ia berharap sosialisasi tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan bersama, termasuk persoalan kebencanaan dan lingkungan.
Dengan kepedulian, gotong royong, dan semangat persatuan, masyarakat diharapkan semakin siap menghadapi risiko bencana sekaligus membantu warga yang membutuhkan.
Firnando menegaskan, membangun masyarakat yang tangguh tidak hanya membutuhkan peran pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana. Komunitas, relawan, serta masyarakat secara luas juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang peduli dan siap menghadapi keadaan darurat.***