Jurnalis dan Forkopimda Kendal Nyalakan Lilin untuk Lima Wartawan yang Hilang

Jumat, 18 September 2026 | 13.34
Aksi menyalakan lilin dan doa bersama untuk jurnalis yang hilang saat liputan erupsi gunung  anak Krakatau.
Aksi menyalakan lilin dan doa bersama untuk jurnalis yang hilang saat liputan erupsi gunung anak Krakatau. (edhot)

Jurnalis dan Forkopimda Kendal menyalakan lilin serta doa bersama untuk lima wartawan dan tiga orang lainnya yang hilang saat liputan Gunung Anak Krakatau.

KENDAL,puskapik.com – Sejumlah jurnalis bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kendal menggelar aksi empati untuk lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Aksi tersebut digelar di halaman Mapolres Kendal, Kamis malam, setelah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dihentikan pada hari yang sama.

Dalam aksi itu Kamis 17 september 2026 malam, para jurnalis dan Forkopimda menyalakan lilin dan menggelar doa bersama. Lilin menjadi simbol empati sekaligus dukungan bagi para jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Baca Juga: KPK Sita Mobil Listrik Milik Ambar, Wanita yang Ikut Terjaring OTT Bupati Pemalang

Doa bersama juga dipanjatkan untuk lima jurnalis serta tiga orang lainnya yang dilaporkan hilang bersama kapal Arupadhatu I.

Aksi tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kendal dan sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Kendal dan PWI. Suasana berlangsung khidmat ketika lilin dinyalakan dan doa dipanjatkan untuk keselamatan para korban serta kekuatan bagi keluarga yang masih menunggu kabar.

Sebelum aksi digelar, operasi SAR gabungan secara resmi dihentikan setelah berlangsung selama sepuluh hari. Hingga operasi berakhir, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan yang hilang.

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan aksi tersebut menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moral kepada keluarga para jurnalis yang masih menunggu kabar.

Baca Juga: Borobudur Indonesia Expo 2026 Didorong Jadi Pengungkit Ekonomi Magelang

Menurutnya, meski operasi SAR resmi dihentikan, harapan agar para jurnalis dapat ditemukan tetap ada.

“Ini merupakan bentuk empati dan dukungan moral bagi keluarga yang masih menunggu kabar. Kami terus berharap para jurnalis dan korban lainnya dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Ratna.

Ia menambahkan, penghentian operasi resmi tidak serta-merta menutup kemungkinan adanya pencarian kembali. Pemantauan tetap dilakukan dan operasi dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru mengenai keberadaan rombongan.

Ketua DPRD Kendal Mahfud Shodiq menyampaikan dukungan kepada keluarga yang hingga kini masih berada dalam penantian. Menurutnya, aksi tersebut menjadi wujud kepedulian bersama terhadap musibah yang menimpa para jurnalis saat menjalankan tugas.

Baca Juga: Komisi X DPR RI Pastikan Akurasi Data Desil Untuk Bantuan Pendidikan

“Kita berharap ada kabar baik dan para jurnalis bisa segera ditemukan. Doa dan dukungan moral ini penting bagi keluarga yang masih menunggu kepastian,” kata Mahfud.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Kendal Iswahyudi mengatakan peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa profesi jurnalistik memiliki risiko dalam menjalankan tugas di lapangan.

Para jurnalis, kata dia, kerap bekerja di berbagai kondisi dan lokasi untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, solidaritas sesama insan pers serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan ketika terjadi musibah.

“Peristiwa ini menjadi pengingat atas risiko yang dihadapi jurnalis dalam menjalankan tugas. Solidaritas antarjurnalis dan dukungan dari pemerintah maupun masyarakat sangat penting, terutama bagi keluarga yang masih berada dalam penantian,” ujarnya.

Melalui aksi tersebut, para jurnalis dan Forkopimda Kendal kembali memanjatkan doa agar lima rekan seprofesi bersama tiga orang lainnya yang hilang dapat segera ditemukan dan mendapat kepastian.

Doa juga ditujukan kepada keluarga korban agar diberikan kekuatan dan ketabahan selama menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian tersebut.***